ANALISIS KERUNTUHAN BENDUNGAN KRUENG SABEE DI KABUPATEN ACEH JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS KERUNTUHAN BENDUNGAN KRUENG SABEE DI KABUPATEN ACEH JAYA


Pengarang

Vania Navissa Munir - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Eldina Fatimah - 196408281989032002 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Fauzi - 197006271999031005 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2404201010065

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

627.8

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Upaya yang patut diterapkan sebagai langkah pengelolaan sumber daya air adalah mengoptimalkan teknologi bangunan air. Bendungan merupakan contoh dari teknologi bangunan air yang berfungsi untuk menampung air dalam jumlah besar. Terdapat rencana akan pembangunan Bendungan Krueng Sabee yang berlokasi di Gampong Geunie, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya yang berfungsi sebagai bendungan multipurpose. Bendungan yang dibangun memberikan manfaat yang signifikan, tetapi pembangunannya juga berpotensi menimbulkan bahaya yang sangat besar jika terjadi keruntuhan. Ada dua faktor penyebab keruntuhan bendungan yang umum terjadi yaitu overtopping dan piping. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peta sebaran genangan banjir yang terjadi serta untuk mengetahui klasifikasi tingkat bahaya yang ditimbulkan akibat dari keruntuhan Bendungan Krueng Sabee. Analisis keruntuhan bendungan dilakukan dengan bantuan program HEC-RAS 6.4.1 dan analisis dampak yang ditimbulkan dengan bantuan program InaSAFE. Dalam penelitian ini, dilakukan simulasi keruntuhan bendungan hanya dengan kondisi piping dikarenakan bendungan tidak mengalami kondisi overtoping. Simulasi dijalankan dengan memasukkan parameter rekahan tertentu guna mendapatkan sebaran genangan banjir yang terjadi. Dari simulasi yang dilakukan, didapatkan luas genangan terbesar yaitu 16,499 km2, tinggi maksimum dan kecepatan maksimum banjir pada profil lines sungai adalah 14,429 m dan 4,686 m/s. Akibat dari keruntuhan Bendungan Krueng Sabee terdapat 9 desa, 907 bangunann, dan sejauh 27,2 km jalan yang berada pada kawasan Kecamatan Krueng Sabee yang terkena dampak. Terdapat 2507 jiwa manusia yang terkena risiko bencana dengan jarak jangkauan banjir sejauh ±15 km, hal tersebut mengklasifikasikan tingkat bahaya akibat keruntuhan bendungan masuk dalam nilai 4 yaitu tingkat bahaya sangat tinggi. Jika dilihat dari hubungan ketinggian dan kecepatan, maka klasifikasi tingkat bahaya masuk dalam zona bahaya tinggi.

A form of effort that should be applied as a water resources management step is to optimize water building technology. Dams are an example of water building technology that functions to store large amounts of water. There is a plan to build the Krueng Sabee Dam located in Gampong Geunie, Krueng Sabee District, Aceh Jaya Regency which functions as a multipurpose dam. The dam provides significant benefits, but its construction also has the potential to cause enormous danger in the event of a collapse. There are two common causes of dam collapse, namely overtopping and piping. The purpose of this study is to determine the pattern of the flood inundation distribution map that occurs and to determine the classification of the level of danger caused by the collapse of the Krueng Sabee Dam. Dam collapse analysis was carried out with the help of the HEC-RAS 6.4.1 program and the analysis of the impacts caused with the help of the InaSAFE program. In this study, the dam collapse simulation was carried out only with piping conditions because the dam did not experience overtopping conditions. The simulation was run by entering certain fracture parameters to obtain the distribution of flood inundation that occurred. From the simulation conducted, the largest flood area was found to be 16.499 km2, with a maximum height and maximum speed of flooding on the river profile lines of 14.429 m and 4.686 m/s. As a result of the Krueng Sabee Dam collapse, 9 villages, 907 buildings, and 27.2 km of roads in Krueng Sabee Sub-district were affected. There are 2507 human lives affected by disaster risk with a flood reach distance of ± 15 km, this classifies the level of danger due to the dam collapse into value 4, namely a very high level of danger. When viewed from the relationship between height and speed, the classification of the level of danger is included in the high hazard zone.

Citation



    SERVICES DESK