EFIKASI DIRI PELAKU KONSERVASI HUTAN (KAJIAN EKOFEMINISME PADA MPU UTEUN DI BENER MERIAH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EFIKASI DIRI PELAKU KONSERVASI HUTAN (KAJIAN EKOFEMINISME PADA MPU UTEUN DI BENER MERIAH)


Pengarang

NAYYARA SHAFA QABILLA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Irin Riamanda - 198806062019032020 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2107101130096

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

158.1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kerusakan lingkungan, seperti penebangan liar dan perburuan liar, telah menyebabkan kerugian yang signifikan, khususnya bagi masyarakat yang bergantung pada hutan. Perempuan, yang memiliki hubungan erat dengan alam melalui kebutuhan seperti air, makanan, dan tempat tinggal, merupakan kelompok yang paling terdampak. Dalam konteks ini, ekofeminisme muncul termanifestasi dari efikasi diri. Manifestasi ekofeminisme terlihat pada komunitas Mpu Uteun di Damaran Baru, Kabupaten Bener Meriah, yang dipimpin oleh perempuan. Studi kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi, dengan lima responden yang dipilih melalui purposive sampling. Temuan penelitian mengungkap tiga tema utama Ekodependensi, Agensi Feminin, dan Jaringan Dukungan. Wawasan ini menyoroti peran perempuan sebagai penjaga hutan dan agen perubahan yang signifikan dalam penggambaran efikasi diri.

Environmental damage, such as illegal logging and hunting, has caused significant losses, particularly for communities that depend on forests. Women, who have a close relationship with nature through needs such as water, food, and shelter, are among the most affected. In this context, ecofeminism emerges as a manifestation of self-efficacy. This is reflected in the Mpu Uteun community in Damaran Baru, Bener Meriah Regency, led by women. This qualitative study uses a phenomenological approach with five respondents selected through purposive sampling. The findings reveal three main themes: Ecodependence, Women Agency, Support Network, highlighting women as forest guardians and change agents.

Citation



    SERVICES DESK