PENERAPAN KONSTRUKSI BERKELANJUTAN PADA TAHAP PEMBANGUNAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENERAPAN KONSTRUKSI BERKELANJUTAN PADA TAHAP PEMBANGUNAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI PROVINSI ACEH


Pengarang

Nauwir Rahmi - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Fachrurrazi - 197005062000121001 - Dosen Pembimbing I
Cut Zukhrina Oktaviani - 197310102008122001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2204201010003

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Sipil Unsyiah., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

624.092

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Konstruksi berkelanjutan adalah pembangunan untuk memenuhi kebutuhan masa sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya. Semenjak tahun 2021 dengan terbitnya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2021, konstruksi berkelanjutan telah diwajibkan penerapannya. Penerapan konstruksi berkelanjutan pada tahap pembangunan proyek konstruksi gedung di Provinsi Aceh menghadapi berbagai tantangan yang signifikan. Salah satu permasalahan utama adalah kurangnya pemahaman dan kesadaran di kalangan kontraktor dan pekerja konstruksi tentang prinsip-prinsip konstruksi berkelanjutan, yang seringkali dianggap memerlukan biaya lebih tinggi dan waktu lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor konstruksi berkelanjutan yang sudah diterapkan dan kinerja penerapannya pada tahap pembangunan proyek konstruksi gedung di Provinsi Aceh. Proyek konstruksi gedung yang ditinjau adalah yang telah dibangun oleh perusahaan kontraktor di Provinsi Aceh melalui sumber dana Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2021–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif melalui pengumpulan data kuesioner sebanyak 165 responden, dengan teknik proportionate stratified random sampling. Analisis data digunakan statistik deskriptif, Principle Component Analysis (PCA), dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor konstruksi berkelanjutan yang sudah diterapkan pada tahap pembangunan adalah faktor standar kepatuhan lingkungan dan mutu, standar kepatuhan K3 dan keamanan, efisiensi, material, daya saing, dan pengembangan pengetahuan dengan total varian sebesar 61,990%. Penerapan konstruksi berkelanjutan pada tahap pembangunan proyek yang memerlukan peningkatan kinerja dalam prioritas utama (kuadran A) terdapat 6 indikator yaitu efisien energi, efisiensi sumber daya, pelaksanaan efisiensi penggunaan material konstruksi (reduce), menggunakan material lokal untuk mengurangi transportasi pengiriman, menerapkan manajemen rantai pasok, dan menggunakan sumber daya tenaga kerja lokal.
Kata Kunci: Konstruksi berkelanjutan, pelaksanaan, pembangunan, gedung, self assessment

Sustainable construction is development to meet the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their needs. Since 2021 with the issuance of the Regulation of the Minister of Public Works and Housing of the Republic of Indonesia Number 9 of 2021, sustainable construction has been required to be implemented. The implementation of sustainable construction at the development stage of building construction projects in Aceh Province faces significant challenges. One of the main problems is the lack of understanding and awareness among contractors and construction workers about the principles of sustainable construction, which is often considered to require higher costs and longer time. This study aims to determine the sustainable construction factors that have been implemented and their implementation performance at the construction stage of building construction projects in Aceh Province. The building construction projects reviewed are those that have been built by contractor companies in Aceh Province through the Aceh Revenue and Expenditure Budget (APBA) funding source for 2021-2023. This research uses a quantitative method approach through questionnaire data collection of 165 respondents, using proportionate stratified random sampling technique. Data analysis used descriptive statistics, Principle Component Analysis (PCA), and Importance Performance Analysis (IPA). The results showed that the sustainable construction factors that have been applied at the development stage are environmental and quality compliance standards, OHS and safety compliance standards, efficiency, materials, competitiveness, and knowledge development with a total variance of 61.990%. The implementation of sustainable construction at the project development stage that requires performance improvement in the top priority (quadrant A) there are 6 indicators, namely energy efficiency, resource efficiency, implementation of efficient use of construction materials (reduce), using local materials to reduce shipping transportation, implementing supply chain management, and using local labour resources. Key Words: Sustainable construction, implementation, development, building, self assessment

Citation



    SERVICES DESK