<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158213">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS NILAI INDEKS KINERJA SISTEM IRIGASI (IKSI) DAN ANGKA KEBUTUHAN NYATA OPERASI DAN PEMELIHARAAN (AKNOP) DAERAH IRIGASI KRUENG PEUDADA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ghufran Hadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Megister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daerah Irigasi Krueng Peudada merupakan salah satu irigasi teknis dengan kondisi yang memerlukan perbaikan saluran dan penggantian bangunan irigasi. Perbaikan saluran dan penggantian bangunan irigasi berfungsi untuk mempertahankan Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI). Mempertahankan atau meningkatkan IKSI dapat dilakukan dengan cara melaksanakan operasi dan pemeliharaan (OP) jaringan irigasi secara optimal. Agar pelaksanaan OP berjalan dengan optimal maka dana untuk pelaksanaan OP yang diberikan harus sesuai dengan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP). AKNOP merupakan indikator besarnya kebutuhan biaya dalam pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan. AKNOP juga digunakan sebagai acuan dalam memperbaiki kinerja sistem irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai IKSI dan AKNOP dengan kondisi jaringan irigasi eksisting. Penelitian ini dilaksanakan dengan survei lapangan dan analisis data. Data primer dengan melakukan survei pengamatan secara visual di lapangan, wawancara dengan pengamat D.I. Krueng Peudada, dan data sekunder dari instansi terkait. Berdasarkan observasi di lapangan dan wawancara dengan pengamat, hasil analisis IKSI menunjukkan nilai 70,44%. Nilai tersebut diperoleh setelah adanya peningkatan di item prasarana fisik, produktivitas tanaman, sarana penunjang, personalia dan kelembagaan. Hasil perhitungan biaya AKNOP untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja tersebut sebesar Rp.891.645.700 yang dibagi menjadi 3 sub item utama yaitu biaya manajemen operasi dan pemeliharaan, biaya operasi, dan biaya pemeliharaan. Diharapkan nilai IKSI tetap terjaga atau bahkan dapat meningkat dengan terpenuhinya biaya AKNOP.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158213</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-02 15:24:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-02 15:38:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>