<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158133">
 <titleInfo>
  <title>PERAN KELEMBAGAAN DALAM PENGELOLAAN PERIKANAN HIU LAUT DALAM BERBASIS EKOSISTEM DI PERAIRAN ACEH BARAT DAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RISKA DIAJENG PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendekatan ekosistem dalam pengelolaan perikanan atau yang dikenal dengan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) merupakan suatu konsep yang bertujuan untuk menyeimbangkan berbagai dimensi pengelolaan secara sistematis dan berbasis ekosistem. Penelitian ini bertujuan Mengetahui penilaian tingkat pengelolaan perikanan hiu laut dalam berdasarkan pendekatan EAFM pada domain kelembagaan di Aceh Barat Daya. Pelaksanaan penelitian dilakukan selama tiga bulan, yaitu pada Desember 2024 hingga Februari 2025, bertempat di Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, wawancara, dan study literatur yang dipandu oleh kuesioner dan melibatkan 30 orang responden yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada panduan National Working Group on EAFM dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, dengan penentuan skor menggunakan skala likert ordinal 1, 2, dan 3 terhadap enam indikator, yaitu: Kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perikanan yang bertanggung jawab, kelengkapan aturan pengelolaan perikanan, mekanisme pengambilan keputusan, Rencana Pengelolaan Perikanan (RPP), tingkat sinergi kebijakan dan kelembagaan pengelolaan perikanan, dan kapasitas pemangku kepentingan. Hasil penilaian pada indikator kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perikanan yang bertanggung jawab dan kelembagaan menunjukkan bahwa indikator kelengkapan aturan pengelolaan perikanan memperoleh skor 2, dan indikator Rencana Pengelolaan Perikanan (RPP) memperoleh skor 1, sedangkan 3 indikator lainnya mendapatkan skor 3. Secara keseluruhan, Peran Kelembagaan Dalam Pengelolaan di Perikanan Hiu Laut Dalam Berbasis Ekosistem di Perairan Aceh Barat Daya dikategorikan dalam kondisi baik, dengan skor akhir sebesar 73 dan ditandai dengan model bendera berwarna hijau muda.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SHARKS - COMMERCIAL FISHING</topic>
 </subject>
 <classification>639.273</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158133</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-02 11:59:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-21 10:20:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>