PERAN PANGLIMA LAOT LHÔK UJONG SERANGGA DALAM PENGELOLAAN PERIKANAN HIU LAUT DALAM DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN PANGLIMA LAOT LHÔK UJONG SERANGGA DALAM PENGELOLAAN PERIKANAN HIU LAUT DALAM DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA


Pengarang

Rada Febriyanti - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ratna Mutia Aprilla - 198804222019032016 - Dosen Pembimbing I
Ilham Fajri - 199312232023211014 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2111103010009

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini mengkaji peran Panglima Laot Lhôk dalam pengelolaan perikanan hiu laut dalam di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Kabupaten Aceh Barat Daya. Studi dilaksanakan pada Desember 2024 hingga Januari 2025 menggunakan metode survei dan wawancara dengan teknik Sensus terhadap 50 responden. Analisis data menggunakan deskriptif, skala likert, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Panglima Laot Lhôk masih sangat diakui masyarakat sebagai pemimpin dan pengelola Hukum Adat Laot, terbukti melalui pelaksanaan kenduri laot tahunan dan kepatuhan nelayan terhadap hukum adat yang berlaku. Meskipun belum ada regulasi khusus untuk penangkapan hiu laut dalam, Panglima Laot dinilai efektif dalam pengelolaan populasi hiu, dengan 91% responden menilai perannya cukup penting dan 7% lainnya menilai perannya sangat penting. Selain itu, kapasitas Panglima Laot Lhôk dan hubungan sosial secara parsial berpengaruh signifikan terhadap peran Panglima Laot Lhôk dalam pengelolaan perikanan hiu laut dalam. Penelitian ini menekankan pentingnya lembaga adat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan terutama spesies hiu yang terancam punah.

This research examines the role of Panglima Laot Lhôk in the management of deep-sea shark fisheries at Ujong Serangga Fish Landing Site (PPI), Southwest Aceh District. The study was conducted from December 2024 to January 2025 using survey and interview methods with a Census technique of 50 respondents. technique to 50 respondents. Data analysis used descriptive, Likert scale, and multiple linear regression analysis. The results showed that the existence of Panglima Laot Lhôk is still highly recognized by the community as the leader and manager of Laot Customary Law. and manager of Laot Customary Law, as evidenced by the annual laot kenduri and fishermen's compliance with applicable customary laws. Although there is no specific regulation for deep-sea shark fishing, Panglima Laot is considered to be effective in the management of shark populations, with 91% of respondents rating its role as fairly important and another 7% rating its role as very important. In addition, Panglima Laot Lhôk's capacity and social relationships partially have a significant effect on the role of Panglima Laot Lhôk. significant on the role of Panglima Laot Lhôk in the management of deep-sea shark fisheries. This research emphasizes the importance of customary institutions in maintaining sustainability of marine resources especially endangered shark species.

Citation



    SERVICES DESK