<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158097">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI LAPANGAN MERDEKA KOTA BINJAI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ELIZA AULIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lapangan Merdeka Binjai menghadapi permasalahan akibat menjamurnya PKL yang mengganggu tata kota. Meski pemerintah telah mengatur penataan, implementasinya terkendala resistensi PKL, lemahnya koordinasi dan perubahan kebijakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya dan hambatan pemerintah Kota Binjai dalam mengimplementasi kebijakan pembinaan PKL di Lapangan Merdeka dari aspek politik. Metodelogi penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif, mencari dan menganalisis data dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori analisis kebijakan. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah Implementasi kebijakan penataan PKL di Lapangan Merdeka Binjai menunjukkan dinamika politik publik yang kompleks, kebijakan melibatkan berbagai instansi seperti Dishub dan Satpol PP. Kebijakan ini meningkatkan ketertiban kota namun berdampak negatif bagi PKL akibat kurangnya lokasi usaha dan minimnya keterlibatan mereka. Hambatan utama meliputi lemahnya koordinasi antar lembaga, ketidakpatuhan PKL, komunikasi yang buruk, serta campur tangan aktor politik. Untuk efektivitas jangka panjang, diperlukan pendekatan kolaboratif, penyediaan lokasi alternatif, dan komunikasi yang lebih inklusif.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GOVERNMENT POLICY</topic>
 </subject>
 <classification>320.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158097</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-02 09:19:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-02 15:54:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>