<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158079">
 <titleInfo>
  <title>KOMPOSISI KIMIA LIMBAH KULIT KOPI YANG DIFERMENTASI TRICHODERMA VIRIDE BERDASARKAN COLONY FORMING UNIT (CFU) BERBEDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HALIFAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji atau meneliti pengaruh pemberian Trichoderma viride dengan menggunakan Colony Forming Unit (CFU) yang berbeda terhadap komposisi kimia limbah kulit kopi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya potensi limbah kulit kopi di Indonesia sebagai bahan alternatif pakan ternak, mengingat ketersediaan pakan yang berkualitas dan terjangkau masih menjadi tatangan utama dalam usaha peternakan. Limbah kulit kopi mengandung nutrien seperti protein, serat dan lemak namun memiliki senyawa anti-nutrisi seperti lignin dan tanin yang menghambat kecernaan. Fermentasi dengan T. viride dipilih sebagai metode untuk meningkatkan kualitas nutrisi limbah tersebut karena kapang Trichoderma viride memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim lignolitik.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (KK0: kontrol, KK1: 105 CFU, KK2: 106 CFU, KK3: 107 CFU) dan menggunakan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar bahan kering, kadar protein kasar, serat kasar, abu, dan BETN (Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan fermentasi dengan berbagai dosis CFU T.viride memberikan hasil tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) terhadap seluruh parameter komposisi kimia yang diamati. Hasil antar perlakuan memberikan penilaian tidak adanya pengaruh secara signifikan dengan kadar bahan kering yang bernilai antar 96,10%  hingga 96,57%, serat kasar 23,94% hingga 25,54%, protein kasar 21,90% hingga 23,16%, lemak kasar 0,88% hingga 1,16%, abu 11,56% hingga 12,09% dan BETN 39,07% hingga 40,50%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan T.viride dengan jumlah CFU berbeda belum mampu memberikan perbedaan yang signifikan  terhadap peningkatan kualitas kimia limbah kulit kopi yang difermentasi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan dengan variasi metode, dosis, dan durasi fermentasi untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158079</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-01 17:37:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-02 09:22:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>