<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158069">
 <titleInfo>
  <title>PENGELOLAAN PERIKANAN KARANG BERBASIS EKOSISTEM PADA DOMAIN TEKNIK PENANGKAPAN IKAN DI TPI PASIRAN KOTA SABANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abel Muammar Mesha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kota Sabang memiliki potensi besar dalam perikanan karang, salah satu komoditas bernilai ekonomi dan ekologi tinggi. Namun, pengelolaannya masih menghadapi tantangan seperti ketergantungan pada musim, praktik penangkapan ikan yang belum mempertimbangkan kematangan gonad, eksploitasi lokasi penangkapan secara berulang, serta penggunaan racun tradisional. Kondisi ini berisiko terhadap kelestarian sumber daya ikan dan ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan menilai pengelolaan perikanan karang berbasis ekosistem pada domain teknik penangkapan ikan dengan pendekatan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM). Penelitian dilakukan pada 1–30 Juli 2024 di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pasiran, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Pengumpulan data dilakukan melalui metode primer (wawancara dan kuesioner) serta sekunder (laporan instansi dan studi terdahulu). Karena tidak tersedia data populasi nelayan ikan karang, digunakan metode snowball sampling. Ditemukan bahwa jumlah nelayan karang hanya 10 orang, sehingga diterapkan metode sensus. Penilaian mencakup enam kriteria: (1) penggunaan alat tangkap destruktif atau ilegal, (2) modifikasi alat dan alat bantu tangkap, (3) kapasitas dan upaya penangkapan, (4) selektivitas alat tangkap, (5) kesesuaian fungsi dan ukuran kapal dengan dokumen legal, serta (6) sertifikasi awak kapal. Setiap indikator dinilai menggunakan skala Likert ordinal, lalu dihitung indeks dan skor komposit secara deskriptif. Hasil menunjukkan pengelolaan perikanan karang di TPI Pasiran berada pada kategori “baik” dengan skor komposit 78. Namun, indikator sertifikasi awak kapal serta kapasitas penangkapan masih perlu ditingkatkan untuk mendorong keberlanjutan pengelolaan perikanan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158069</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-01 16:42:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-02 08:46:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>