EVALUASI KERUSAKAN JALAN TENGKU HASAN DIBAKOI RNSEBAGAI PENENTUAN PENANGANANRNPERBAIKAN JALAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI KERUSAKAN JALAN TENGKU HASAN DIBAKOI RNSEBAGAI PENENTUAN PENANGANANRNPERBAIKAN JALAN


Pengarang

Ari Safutra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0804101010116

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.761

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Jalan raya merupakan prasarana transportasi yang penting dalam bidang ekonomi,
politik, sosial, dan budaya yang dapat dipergunakan untuk memajukan
kemakmuran rakyat salah satunya yaitu Jalan Tengku Hasan Dibakoi. Jalan
Tengku Hasan Dibakoi merupakan jalan Kolektor dengan kelas jalan IIIA, jalan
ini juga akses yang dapat digunakan untuk menuju PDAM Tirta Mountala.
Banyaknya mobilitas kendaraan yang melewati jalan ini menyebabkan volume
lalu lintas tinggi, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan yang terjadi pada
badan jalan sebagai prasarana transportasi. Permasalahan itu dapat berupa
kerusakan pada badan jalan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan kajian untuk
mengevaluasi kerusakan jalan tersebut sehingga dapat ditentukan proses
pemiliharan yang sesuai. Metode Bina Marga telah diaplikasikan pada penelitian
ini untuk menentukan tingkat kerusakan jalan dan memilih metode yang cocok
untuk menanganinya. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis
kerusakan dan tingkat kerusakan yang terjadi pada badan jalan serta menentukan
jenis pemeliharaan . Metode Bina Marga merupakan salah satu metode yang sering
digunakan untuk mengevaluasi kondisi jalan khususnya di Indonesia. Kajian
tingkat kerusakan jalan telah dilakukan dengan membagi Jalan Tengku Hasan
Dibakoi dengan panjang 3,228 km menjadi 6 segmen. Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa segmen 1 dan 4 merupakan bagian jalan yang mengalami
tingkat kerusakan tertinggi dengan nilai UP (Urutan Prioritas) diantara 4 sampai 6
sehingga jenis penanganan yang dilakukan adalah pemeliharaan berkala.
Sedangkan pada segmen 2, 3, 5 dan 6 didapat nilai UP >7 penanganan yang dapat
dilakukan yaitu berupa pemeliharaan rutin. Informasi ini dapat digunakan oleh
instansi terkait sebagai upaya yang dapat dilakukan un tuk memelihara jalan
tersebut.
Kata Kunci: Bina Marga, kerusakan jalan, Urutan Prioritas, pemeliharaan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK