ANALISIS PASAR MODAL : EFISIENSI BURSA EFEK JAKARTA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS PASAR MODAL : EFISIENSI BURSA EFEK JAKARTA


Pengarang

Saipuddin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

96120024

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :

Subject
Penerbit

Banda Aceh : magister ilmu ekonomi dan studi pembangunan Uniersitas Syiah Kuala., 1998

Bahasa

Indonesia

No Classification

332.041 5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini merupakan kasus empiris mengenai pengunaan efisiensi pasar modal indonesia berdasarkan hipotesi pasar modal efisien yang dilakukan di Bursa Efek Jakarta Penelitian ini merupakan pengujian ulang efisiensi pasar modal Indonesia. secara khusus bertujuan untuk menguji apakah perilaku indeks harga saham gabungan yang terjadi masa lalu dapat digunakan untuk memperkirakan indeks harga saham gabungan di masa Yang akan datang dan menguji apakah pembentukan indeks harga saham gabuangan Yang terjadi dipengaruhi oleh vaniabel-variabel informasi relevan yang dipublikasikan adapun peralatan analisis yang digunakan untuk menguji hipotesa pertama dengan test-otokorelasi model animna. dan hipotesis kedua dengan test-runs model autoregresie sedangkan Apotesis ketiga digunakan regresiganda dengan model permintaan terbalik saham Penelitian ini menggunakan data sekunder rangkaian masa dalam tahunan dengan periode pengamatan 1977-1996. Variabel-variabel yang akan diestimasi adalah indeks harga saham gabungan dengan variabel eksplanaloris informasi yang dipublikasikan berupa tingkat suku bunga. tingkat laju inflasi. jumlah emiten. jumlah uang beredar pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar.
Hasil penelitian ini menujukkan bahwa (1) tidak ada hubungan secara signifikan antara indeks harga saham gabungan yang terjadi masa lalu dengan indeks harga saham gabugan yang terjadi sekarang (2) tidak ada keteraturan secara signifikan indeks harga saham gabungan yang terjadi. kedua pengujian tersebut memberikan petunjuk bahwa perilaku indeks harga saham gabungan yang tejadi tidak dapat digunakan untuk memperkirakan indeks harga saham gabungan masa yang akan datang. kondisi ini mendukung berlakunya hipotesa pasar modal efisien bentuk lemah. (3) adanya pengarah variabel-variabel formasi relevan yang dipublikasikan dalam menerangkan variasi indeks harga saham gabungan secara signifikan. pengujian tersebut memberikan petunjuk bahwa pembentukan indexk harga saham gabungan merefeksikan variabel-variabel informasi relevan yang dipublikasikan. kondisi ini mendukung berlasungnya hipotesis pasar modal efisien bentuk semi-kuat.
Implikasi dari temuan ini merekomondasikan : pertama , masyarakat pemodal yang ingin berinvestasi di bursa hebdaknya jangan mengambil informasi dari harga saham masa Lalu karena tidak mengandung nilai relevan. Harga saham hanya dapat diperkirakan dengan perhitungan factor-faktor mendasar dari emiten. variabel ekonomi makro dan kondisi bursa peyelenggara. Kedua, kebijakan menurunkan suku bunga. yang diinginkan pemerintah hendaknya dicari sumber penyebab yang paling mendasar dari tingginya suku bunga tersebut perhitungan faktor-faktor sehingga bisa digunakan piranti Yang tepat untuk mengatasinya ketiga kebijakan pemerintah untuk mengembangkan pasar keuangan. hendakmya mendorong kepada persaingan yang baik antara perbankan dan pasar modal.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK