<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158027">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH MOLARITAS ALKALI AKTIVATOR TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR TANAH DIATOMAE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Revi Fitria Paramita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Semen merupakan material utama pada beton karena kemampuannya untuk mengikat agregat melalui proses hidrasi. Namun, kebutuhan akan inovasi material pengganti semen memicu penelitian terhadap alternatif penganti. Salah satu alternatif tersebut adalah geopolimer, yang dikembangkan tanpa semen dan menggunakan material berbasis aluminosilikat seperti tanah diatomae. Tanah diatomae merupakan material yang kaya akan silika amorf, sehingga sangat potensial untuk dijadikan bahan dasar geopolimer melalui aktivasi alkali. Aktivator yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi natrium hidroksida (NaOH) dan natrium silikat (Na₂SiO₃). Proses geopolimerisasi melibatkan reaksi antara silikat dan aluminat membentuk struktur polimer tiga dimensi yang kuat dan stabil. Mekanisme reaksi diawali dengan pelarutan partikel aluminosilikat dalam lingkungan alkali tinggi, diikuti dengan pembentukan gel geopolimer yang kemudian mengeras membentuk matriks yang kokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi molaritas NaOH (10M, 12M, dan 14M) terhadap karakteristik pasta geopolimer, meliputi kuat tekan, kuat lentur, dan workability. Hasil uji flow test menunjukkan bahwa molaritas 12M menghasilkan workability terbaik dengan nilai flow sebesar 27%, lebih baik dibandingkan 10M dan 14M. Pengujian kuat tekan pada umur 28 hari menunjukkan bahwa molaritas 12M mencapai nilai tertinggi sebesar 18,72 MPa, meningkat 3,02%. Demikian pula, hasil uji kuat lentur menunjukkan nilai tertinggi pada 12M sebesar 2,40 MPa. Peningkatan molaritas di atas 12M justru menurunkan kinerja mekanik karena konsentrasi alkali yang terlalu tinggi mengganggu proses geopolimerisasi. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa molaritas 12M merupakan kondisi tinggi untuk memperoleh karakteristik mekanik terbaik dari pasta geopolimer tanah diatomae. Dengan demikian, pasta geopolimer ini berpotensi sebagai alternatif material konstruksi yang efektif dan inovatif.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158027</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-01 14:16:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-01 14:55:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>