<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157967">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KADAR TUMOR NECROSIS FACTOR ALPHA (TNF-α) PADA USIA KEHAMILAN TRIMESTER 1 DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI FASILITAS KESEHATAN KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Meutia Handiny</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITA SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tumor necrosis factor alpha (TNF-α) merupakan sitokin pro-inflamasi yang berperan dalam regulasi respon imun dan apoptosis seluler selama kehamilan. Kadar TNF-α yang berlebihan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko abortus akibat gangguan implantasi, disrupsi trofoblas, serta penurunan toleransi imun ibu terhadap janin. Penelitian ini merupakan studi kohort prospektif yang bertujuan menilai hubungan antara kadar TNF-α pada usia kehamilan trimester pertama dengan kejadian abortus. Sampel diambil dengan metode consecutive sampling di 4 fasilitas kesehatan primer di Kota Banda Aceh, melibatkan 41 subjek yang menjalani pemeriksaan dan ultrasonografi di Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Pengukuran kadar TNF-α dilakukan melalui analisis sampel darah yang dikirim ke Laboratorium Prodia. Subjek kemudian diikuti hingga usia kehamilan lebih dari 20 minggu untuk menilai keberlanjutan kehamilan. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 16 subjek mengalami abortus pada trimester pertama (39,0%) sedangkan sebanyak 25 subjek berlanjut dengan kehamilan normal(61%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kadar TNF-α trimester pertama dengan kejadian abortus (p = 0,024). Hasil penelitian ini menunjukkan kadar median TNF-α pada kelompok ibu hamil yang mengalami abortus sebesar 1,249 (min-maks 0,675–4,799), sedangkan pada ibu dengan kehamilan berlanjut kadar mediannya sebesar 0,814 (min-maks 0,373–3,786). Kadar TNF-α pada kelompok abortus menunjukkan nilai lebih tinggi dibandingkan dengan ibu dengan kehamilan berlanjut. Mayoritas abortus terjadi pada usia kehamilan 10 minggu (37,5%). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kadar TNF-α berhubungan dengan peningkatan risiko abortus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157967</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-01 11:00:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-01 11:32:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>