<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157937">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN HIATUS GENITALIS, KADAR SERUM VITAMIN D DAN KEKUATAN OTOT LEVATOR ANI DENGAN KEJADIAN PROLAPS ORGAN PANGGUL PASCA PERSALINAN PRIMIGRAVIDA DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Misbahul Jannah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Prolaps Organ Panggul (POP) merupakan kondisi klinis yang sangat berdampak pada kualitas hidup wanita, dimana persalinan pervaginam dikenal sebagai faktor risiko utama. Studi kohort prospektif ini menganalisis hubungan panjang hiatus genitalis, kadar serum vitamin D, dan kekuatan otot levator ani dengan kejadian POP pada 55 primigravida yang melahirkan secara pervaginam di Banda Aceh (priode Agustus 2024-April 2025). Pengukuran hiatus genitalis dan kekuatan levator ani (menggunakan perineometer) dilakukan saat hamil dan 8 minggu pascapersalinan. Kadar serum vitamin D dianalis menggunakan metode CMIA, sedangkan diagnosis POP ditetapkan berdasarkan sistem POP-Q. Hasil penelitian menunjukkan 10,9% (6/55) responden mengalami POP, tanpa menunjukkan hubungan signifikan antara panjang hiatus genitalis dengan kejadian POP (p=0,807). Kadar vitamin D yang lebih rendah secara bermakna (11,92±2,98 vs 23,42±9,53 ng/mL; p=0,001) dan kekuatan levator ani yang lebih lemah (median 18,00 vs 23,00 cmH₂O; p=0,001) ditemukan pada kelompok POP. Analisis multivariat menunjukkan kekuatan levator ani sebagai faktor determinan POP (p=0,002; OR 95% CI=13,674-34,455), sementara vitamin D tidak berperan sebagai prediktor independen. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi rutin kekuatan otot dasar panggul bagi primigravida pascapersalinan dalam upaya pencegahan POP.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Prolaps Organ Panggul, Hiatus Genitalis, Vitamin D, Otot Levator Ani, Persalinan Primigravida</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157937</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-01 10:21:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-01 10:31:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>