Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH INTERSEPSI HUJAN PADA KELAPA SAWIT TERHADAP LUAS SAWAH YANG MAMPU DIALIRKAN OLEH IRIGASI
Pengarang
Muhammad Shah Reza - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1004101010039
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Intersepsi air hujan merupakan proses ketika air hujan jatuh pada permukaan tanaman, tertahan beberapa saat, kemudian diuapkan kembali ke atmosfer atau diserap oleh tanaman yang bersangkutan. Air hujan yang jatuh pada permukaan tajuk tanaman mencapai permukaan tanah melalui dua proses yaitu air lolos (throughfall) dan aliran batang (stemflow). Jenis tanaman yang digunakan pada penelitian ini adalah kelapa sawit. Hal ini disebabkan karena daerah sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) banyak terdapat perkebunan kelapa sawit. DAS yang ditinjau adalah DAS Krueng Seunagan yang terletak pada kabupaten Nagan Raya. Luas DAS yang ditinjau adalah 36.448,35 Ha. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh intersepsi hujan pada perkebunan kelapa sawit terhadap luas sawah yang mampu dialirkan oleh irigasi. Penelitian dilakukan secara langsung di lapangan pada perkebunan kelapa sawit yang terletak di PT. Socfindo Nagan Raya. Untuk mengetahui besarnya nilai intersepsi air hujan dapat dilakukan melalui pendekatan neraca volume yaitu dengan mengukur curah hujan pada saat penelitian dan air lolos. Dari hasil penelitian didapatkan hubungan antara curah hujan dengan intersepsi hujan. Hubungan ini membentuk persamaan regresi yang digunakan dalam menghitung besarnya intersepsi hujan oleh perkebunan kelapa sawit. Dari hasil perhitungan didapatkan intersepsi yang terjadi pada pohon kelapa sawit adalah sebesar 60,35% dari total hari hujan sebesar 331,5 mm. Dengan persamaan regresi linier dimana I perbanding lurus dengan Pg sehingga didapat rumusan regresi yaitu I = 0,594 Pg + 0,115, dimana I adalah intersepsi dan Pg adalah curah hujan kotor. Luas sawah yang dapat dicakup oleh irigasi akibat pengaruh intersepsi hujan oleh perkebunan kelapa sawit dan hutan primer adalah sebesar 74,922 Ha, sedangkan luas sawah yang dapat dicakup oleh irigasi tanpa pengaruh intersepsi hujan pada perkebunan kelapa sawit adalah sebesar 84,537 Ha. Perbandingan antara kedua total luas sawah dalam setahun adalah 88,63%, artinya hanya 88,63% dari total luas sawah 84,537 Ha yang dapat dialirkan oleh irigasi akibat pengaruh intersepsi hujan.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH INTERSEPSI HUJAN OLEH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP HASIL AIR SEBAGAI INFLOW WADUK (T. Muhammad Sulaiman Ubit, 2016)
PENGARUH INTERSEPSI HUJAN PADA KELAPA SAWIT TERHADAP DEBIT BANJIR (STUDI KASUS DAS SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA) (Khairuddin, 2016)
STUDI PENGARUH INTERSEPSI LAHAN KELAPA SAWIT TERHADAP KETERSEDIAAN AIR (WATER BALANCE) PADA BEBERAPA SUB DAS DI KABUPATEN NAGAN RAYA (MEYLIS SAFRIANI, 2016)
RETENSI LAHAN SAWAH DAN NON SAWAH DALAM PENURUNAN ALIRAN PERMUKAAN (STUDI KASUS SUB DAS KRUENG ACEH HILIR) (Murniati, 2024)
ANALISIS KERAGAMAN TEKNOLOGI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH PADA LAHAN IRIGASI DAN TADAH HUJAN DI KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR (Ismayani, 2025)