<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157677">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERLAKUAN MASYARAKAT PADA ANAK DOWN SYNDROME DI KAMPUNG WONOSARI ACEH TAMIANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fera Niati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Down syndrome merupakan kelainan genetik yang ada sejak lahir, pemahaman dan penerimaan anak down syndrome di salah satu kampung Wonosari Aceh Tamiang menjadi permasalahan yang cukup menarik bagi peneliti karena dengan kehadiran anak down syndrome ini terdapat perilaku bullying seperti menjauhi, menghindar, mengucilkan, maupun mengejek kepada anak down syndrome. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui penyebab perilaku bullying terhadap anak down syndrome. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perilaku bullying baik secara verbal maupun non-verbal yang di lakukan masyarakat sekitar terlihat dari habitusnya seperti dalam teori praktik sosial oleh Pier Bourdieu adanya habitus masyarakat, modal sebagai penunjang, dan arena sebagai pendukung maka terjadinya praktik sosial bullying. praktik sosial bullying terhadap anak down syndrome ini dikarenakan habitus atau kebiasaan masyarakat yang belum sepenuhnya mengetahui anak berkebutuhan khusus maupun norma yang tidak mendukung keberagaman yaitu perbedaan yang ada setiap individu, keterbatasan pendidikan yang menyebabkan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap anak down syndrome  menimbulkan sikap diskriminatif, stigma anak yang memiliki kekurangan seperti down syndrome yang di anggap mudah di jadikan bahan perilaku bullying di masyarakat. Tindakan bullying lebih besar terjadi di arena rumah warga yang berdekatan dengan anak down syndrome di bandingkan warga yang jauh dari anak down syndrome.  Saran yang dapat diberikan kepada pihak kampung adanya program kampanye kesadaran masyarakat untuk memahami dan mengurangi stigma terhadap anak down syndrome.&#13;
&#13;
Kata kunci: Down syndrome, Bullying, Praktik sosial.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BULLYING - SOCIAL INTERACTION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CHILDREN - SOCIAL ASPECT</topic>
 </subject>
 <classification>302.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157677</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-25 17:02:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-26 10:30:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>