<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157619">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN FENTANYL DAN TRAMADOL TERHADAP SENSITIVITAS NYERI PADA TIKUS MODEL CEDERA OTAK TRAUMATIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rinda Deswita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Cedera Otak Traumatik (COT) merupakan kerusakan jaringan intrakranial yang disebabkan oleh proses mekanik yang berasal dari luar yang menyebabkan kerusakan otak, baik secara struktur maunpun fungsi. Setelah cedera otak traumatik, model hewan coba menunjukkan respon berlebih terhadap stimulus nyeri ringan, kondisi yang menyerupai nyeri kronik yang tampak pada pasien manusia cedera otak traumatik.&#13;
Metodologi: Penelitian ini menggunakan eksperimen hewan coba dengan desain pretest dan post test sehingga efek intervensi pada kelompok eksperimen dapat dibandingkan dengan kelompok kontrol. Model tikus cedera otak traumatik dilakukan dengan Feeney weight drop model, sampel diberikan agen analgetik sesuai kelompoknya per 8 jam secara intravena selama 3 hari. Penilaian ambang batas nyeri dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan, serta beberapa interval waktu yaitu 1 jam, 6 jam, 24 jam, 72 jam dan 7 hari pasca perlakuan cedera otak traumatik. Hasil: Tes sensitivitas nyeri tertinggi (sebagai ambang batas nyeri terendah) didapatkan pada 6 jam dan 24 jam pasca trauma. Hasil tes Von Frey turun signifikan pada grup kontrol sementara grup intervensi mulai meningkat sejak 6 jam dan perbaikan stabil tampak pada grup fentanyl dan tramadol hingga penilaian sensori pada 72 jam. Saat hari ke 7 pasca perlakuan trauma, sensitivitas nyeri kelompok fentanyl dan tramadol mendekati seperti baseline sebelum perlakuan trauma, sementara kelompok kontrol berada jauh dari baseline. Terdapat perbedaan signifikan penilaian Von Frey antara kelompok kontrol dan intervensi (fentanyl dan tramadol) sesuai hasil uji statistik Friedman (nilai p&lt; 0.05).&#13;
Kesimpulan: Kedua agen analgetik (fentanyl dan tramadol) menunjukkan perbaikan ambang batas nyeri pada fase awal setelah cedera otak traumatik dan perbaikan ambang batas nyeri yang mendekati baseline sebelum COT dibandingkan dengan kelompok kontrol.&#13;
Kata Kunci : Sensitivitas Nyeri, Cedera Otak Traumatik, Tes Von Frey</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157619</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-25 13:16:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-25 14:41:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>