<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157613">
 <titleInfo>
  <title>MAKNA MATE MATA  DALAM MASYARAKAT KAMPUNG TELUK ONE-ONE DAN PEDEMUN (STUDI FENOMENOLOGI TERHADAP KELUARGA YANG TIDAK MEMILIKI ANAK LAKI-LAKI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WARHAMNA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Patriarki merupakan suatu sistem sosial dan budaya yang menempatkan laki-laki di posisi dominan dalam struktur kekuasaan, keputusan, dan juga pengaruh dalam masyarakat. Istilah Mate Mata di kampung Teluk One-one dan Pedemun merupakan benruk patriarki. Patriarki dalam Kampung ini punya penyebutan khusus bagi keluarga yang tidak memiliki anak laki-laki dalam keluarga yaitu dengan sebutan “Mate Mata”. Dalam hal ini penulis akan melihat bagaimana masyarakat memberikan sebutan itu untuk keluarga yang tidak memiliki anak laki-laki. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui bagaimana masyarakat bisa memberikan sebutan “Mate Mata” pada keluarga yang tidak memiliki anak laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teori fenomenologi dari Alfred Schut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lapangan (field resecearch). Tehnik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan ada beberapa masyarakat beranggapan bahwa di dalam keluarga itu harus memiliki anak laki-laki. Hal ini dibuktikan dari beberapa pernyataan masyarakat kampung Teluk One-one dan Pedemun saat dilakukan wawancara. Masyarakat juga beranggapan bahwa anak laki-laki nanti yang bisa meneruskan harta dan juga nanti anak laki-laki yang bisa melakukan semua hal. Pada dasarnya anak perempuan juga bisa melakukan apa saja yang mungkin bisa mereka lakukan seperti halnya apa yang dilakukan anak laki-laki.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Patriarki, Mate Mata, Pengaruh Dalam Mayarakat.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157613</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-25 12:44:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-25 14:33:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>