<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157565">
 <titleInfo>
  <title>COLLABORATIVE GOVERNANCE PADA MODEL PENTAHELIX DALAM PENANGANAN STUNTING DI KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SALSA NAZHIFAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar masih menghadapi tantangan besar di bidang kesehatan salah satunya adalah masalah  gizi, stunting adalah suatu kondisi gagal tumbuh pada anak yang dapat menyebabkan tinggi badan lebih pendek dari anak seusianya, yang diakibatkan kekurangan gizi sejak kehamilan hingga anak berusia 2 tahun dan dikenal dengan istilah 1000  hari pertama kehidupan. Tingginya angka stunting di Kabupaten Aceh Besar sejak 5 tahun terakhir menandakan bahwa dibutuhkannya penerapan kolaborasi lintas sektor untuk penanganan stunting di wilayah tersebut. Tujuan dari penelitian skripsi ini yaitu untuk mengetahui bagaimana collaborative governance pada model pentahelix dalam penanganan stunting di Kabupaten Aceh Besar serta faktor hambatan yang melatarbelakanginya. Teori yang digunakan yaitu Teori Collaborative Governance yang dikemukakan oleh Ansell dan Gash, beserta dengan model Pentahelix yang dikemukakan oleh Riyanto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian skripsi ini menunjukkan bahwa, penanganan stunting di Kabupaten Aceh Besar belum berjalan maksimal dan efektif. Angka prevalensi stunting di Kabupaten Aceh Besar dari 30,1 Persen pada Tahun 2023 menjadi 17,4 Persen pada Tahun 2024. Meskipun mengalami penurunan, namun masih terdapat beberapa hambatan yang menandakan bahwa proses kolaborasi yang dijalankan belum maksimal dan efektif, seperti koordinasi dan sinergitas antar pihak yang terlibat, sumber daya, informasi yang dimiliki masyarakat terkait dengan stunting, dan perhatian dan kepedulian orang tua anak yang terindikasi stunting. Saran yang dapat diberikan yaitu, diharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar agar tetap terus menjaga konsistensinya dalam penanganan stunting. Kemudian diharapkan kepada lintas sektor yang terkait seperti akademisi, pelaku bisnis, dan media agar terus tetap terus mendukung program penanganan stunting di Kabupaten Aceh Besar. Selanjutnya yang terakhir, diharapkan kepada masyarakat, khususnya kepada keluarga yang memiliki anak terindikasi stunting agar lebih meningkatkan kapasitas pemahamannya terkait dengan pencegahan dan penanganan stunting.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157565</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-24 16:22:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-25 09:00:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>