<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157499">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI PENGARUH LIMA VARIASI TEMPERATUR CETAKAN TERHADAP REKAMAN TEMPERATUR DAN GAYA SAAT PEMBENTUKAN LOGAM PADUAN AL 7075</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD DAVID PRATAMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Paduan aluminium seri 7075, yang terkenal dengan kekuatan tariknya yang tinggi mencapai 572 MPa. Material ini banyak digunakan untuk memproduksi komponen-komponen pesawat yang memerlukan kekuatan tinggi, seperti panel sayap, bagian ekor, rangka, dan stringer. Rangka pesawat, sebagai struktur utama, berperan penting dalam mendistribusikan beban selama penerbangan maupun saat pesawat berada di darat. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh variasi temperatur cetakan terhadap kontraksi termal dan gaya pada aluminium 7075 menggunakan metode Constrained Rod Casting (CRC). Lima variasi temperatur cetakan, yaitu 150°C, 200°C, 250°C, 300°C dan 350°C, digunakan untuk mengetahui hubungan antara temperatur cetakan dan laju pendinginan. Data diperoleh melalui pengamatan kurva pendinginan, lalu dilakukan analisa kurva untuk mengetahui nilai yang dihasilkan. Hasil menunjukkan bahwa laju pendinginan yang paling cepat terjadi pada temperatur 350°C yaitu sebesar 25,1°C/s. Sedangkan laju pendinginan yang paling lama terjadi pada temperatur 200°C yaitu sebesar 13°C/s. Untuk nilai kontraksi termal tertinggi adalah pada temperatur 350°C yaitu sebesar 316,54 N. Sedangkan nilai kontraksi termal yang paling rendah adalah pada temperatur 150°C yaitu sebesar 252,35 N. Dimana cepat dan lambatnya laju pendinginan terjadi karena adanya perbedaan temperatur dan perbedaan waktu yg terjadi selama proses pendinginan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157499</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-24 11:27:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-24 11:51:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>