<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157491">
 <titleInfo>
  <title>PEMODELAN BANGUNAN PENGENDALI BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI TRIPA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Annisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Banjir telah menjadi isu global yang semakin mendesak belakangan ini. Banjir menimbulkan dampak buruk bagi alam serta berpotensi menyebabkan kerugian besar secara ekonomi maupun sosial. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir wilayah Kabupaten Nagan Raya mengalami 24 kejadian banjir yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa serta kerusakan pada rumah-rumah penduduk. Untuk mengurangi risiko kerusakan dan kerugian yang disebabkan oleh banjir, perlu dilakukan upaya pengendalian banjir. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemodelan pengendalian banjir berupa tanggul dan normalisasi sungai terhadap ketinggian muka air dan luas genangan banjir di hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Tripa, serta merencanakan lokasi bangunan pengendali banjir yang tepat. Metode penelitian ini meliputi pemodelan hidraulika dengan menggunakan software Hydrologic Engineering Centers River Analysis System (HEC-RAS) 6.6.  Pemodelan dilakukan dengan merencanakan pembangunan tanggul di enam lokasi dengan total panjang 9.008 meter, pembangunan revetment di tiga lokasi sepanjang 1.347 m, dan normalisasi sungai di lima lokasi sepanjang 9.848 meter. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa setelah penerapan bangunan pengendali banjir, luas genangan banjir untuk periode ulang 25 tahun berkurang dari 108,35 km² menjadi 105,58 km² atau sekitar 2,6%. Meskipun pengurangan luas genangan relatif kecil, jumlah titik genangan banjir pada daerah tinjauan menurun dari 29 titik menjadi hanya 3 titik, dengan pengurangan sebesar 89%. Ketinggian muka air banjir di dua titik di Desa Kabu dan Desa Lueng Kuebue Jagat juga mengalami penurunan, dari 1,82 meter menjadi 0 meter dan dari 1,64 meter menjadi 0,77 meter.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157491</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-24 10:37:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-24 11:15:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>