<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157489">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KERUNTUHAN STRUKTUR MASJID PANCASILA DENGAN DAN TANPA DINDING PENGISI TERHADAP PEMBEBANAN GEMPA DAN TSUNAMI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Humaira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila telah membangun 999 masjid di Indonesia sejak tahun 1982 hingga 2009, termasuk 32 diantaranya dibangun di Aceh. Salah satunya adalah Masjid Pancasila kampus Universitas Syiah Kuala (USK) yang dijadikan sebagai objek dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja struktur masjid terhadap beban gempa dan tsunami dengan membandingkan dua model struktur. Yaitu model dengan dinding pengisi dan tanpa dinding pengisi. Analisis dilakukan secara lokal dengan meninjau respons sendi plastis pada titik monitor 600H1 dan secara global dengan meninjau seluruh respons sendi plastis berdasarkan kriteria penerimaan ASCE 41-17. Hasil analisis gempa menggunakan tiga rekaman gempa (Pasaman, Coalinga, dan Pidie Jaya) menunjukkan bahwa dinding pengisi mampu mereduksi gaya dalam momen. Sebagai contoh, akibat Gempa Pidie Jaya (PGA 1,52 g) pada arah North-South, menimbulkan momen M2  struktur berdinding sebesar -15,02 kN.m sementara tanpa dinding sebesar -65,32 kN.m. Namun, hal ini berbanding terbalik dengan gaya aksial (P) yang ditimbulkan. Percepatan tanah yang terjadi selama analisis ikut serta diserap oleh dinding sehingga menimbulkan gaya tekan aksial yang lebih besar pada kolom. Misalnya akibat gempa Pidie Jaya menimbulkan nilai P sebesar -117,15 kN pada struktur berdinding dan -98,56 kN tanpa dinding. Secara global, seluruh sendi plastis memenuhi kriteria operasional, menandakan struktur aman dari kemungkinan keruntuhan akibat skenario pembebanan gempa. Kemudian, analisis pembebanan tsunami dihitung dengan persamaan pembebanan hidrodinamis menggunakan kecepatan aliran tsunami 5 m/s, 7 m/s, 9 m/s, 11 m/s, dan 13 m/s pada ketinggian genangan tsunami 0,5 hingga 3,2 meter. Pembebanan hidrodinamis pada struktur berdinding lebih besar nilainya dibandingkan dengan struktur tanpa dinding. sehingga momen yang ditimbulkan pada struktur ini juga lebih besar. Akibatnya,  struktur berdinding runtuh lebih awal pada ketinggian genangan tsunami 2,5 meter. Sedangkan struktur tanpa dinding runtuh pada ketinggian genangan tsunami 3,0 meter. Hal ini menunjukkan bahwa dinding memperbesar tekanan hidrodinamis dan mempercepat kemungkinan keruntuhan.&#13;
&#13;
Kata kunci: Masjid Pancasila, Time-History Analysis, Variable Height Pushover Analysis, Sendi Plastis, Keruntuhan Struktur. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157489</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-24 10:36:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-24 11:07:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>