PENERAPAN KOMUNIKASI NON VERBAL OLEH GURU BK DALAM PROSES KONSELING DI SMA NEGERI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENERAPAN KOMUNIKASI NON VERBAL OLEH GURU BK DALAM PROSES KONSELING DI SMA NEGERI BANDA ACEH


Pengarang

RIKA SARWANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1006104060019

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Kata kunci: Komunikasi Non Verbal, Guru BK, Proses Konseling

Penelitian yang berjudul “Penerapan Komunikasi Non Verbal oleh Guru BK dalam Proses Konseling di SMA Negeri Banda Aceh” ini bertujuan untuk mengetahui penerapan komunikasi non verbal oleh guru BK dalam proses konseling di SMA Negeri Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru BK dari SMA Negeri 3, 4 dan 5 Banda Aceh. Sedangkan objek penelitian adalah penerapan komunikasi non verbal dalam proses konseling. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa guru BK telah menerapkan komunikasi non verbal dalam proses konseling secara relatif baik dan dapat membantu penyelesaian masalah siswa. Guru BK di sekolah-sekolah tersebut telah menerapkan ekspresi wajah, kontak mata, sentuhan, gerakan tubuh dan tata ruang sebagai bagian dari bentuk komunikasi non verbal pada saat memberikan layanan konseling kepada siswa. Hal tersebut dibuktikan bahwa pada saat memberikan layanan konseling, guru BK sering menerapkan komunikasi non verbal yaitu menunjukkan wajah tersenyum, ramah ketika menerima konseli (siswa), menatap wajahnya, anggukan kepala sebagai isyarat guru BK memahami apa yang disampaikan siswa, menatap langsung kepada siswa terutama saat diceritakan masalahnya, memberikan sentuhan di punggung untuk penguatan bagi siswa, menggunakan gerakan tangan secara sadar untuk menyampaikan maksud dan tujuan konseling serta proses konseling dilakukan di ruangan BK yang ditata dengan baik dan rapi. Oleh karena itu, diharapkan kepada guru BK agar selalu berupaya memberikan layanan konseling secara maksimal, baik dengan menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal untuk dapat membantu penyelesaian masalah yang dihadapi siswa.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK