Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
BENTUK PENYAJIAN TARI KUDA KEPANG DI DESA SERBAGUNA KABUPATEN NAGAN RAYA
Pengarang
TUTIK HANDAYANI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1106102030032
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
372.868
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata kunci: Bentuk Penyajian, Tari, Kuda Kepang
Penelitian yang berjudul “Bentuk Penyajian Tari Kuda Kepang di Desa Serbaguna Kabupaten Nagan Raya” ini mengangkat masalah bagaimana bentuk penyajian tari Kuda Kepang di Desa Serbaguna Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk penyajian tari Kuda Kepang. Sumber data dalam penelitian ini adalah pawang, penari, pemusik dan salah satu pimpinan yang mengatur semua tentang tari Kuda Kepang seperti busana, gerak, dan kapan tari tersebut ditampilkan. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Serbaguna Kabupaten Nagan Raya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekata kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi, display, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tari Kuda Kepang di Desa Serbaguna dipopulerkan oleh bapak Darmak selaku pimpinan kesenian Kuda Kepang sejak tahun 1977. Tari ini ditarikan oleh 14 penari laki-laki, 6 penari baigon, 1 penari barongan, 1 penari kucingan, dan 6 penari butoan. Penari butoan dan barongan bisa kesurupan pada saat penari butoan menari hingga tidak sadarkan diri. Pada saat tidak sadarkan diri penari bisa saja mencambuk dirinya sendiri atau dicambuk oleh orang lain, dan bisa saja melakukan tindakan yang tidak wajar seperti telur dimakan mentah, ayam yang lewat, beras kucing, dan bisa juga mengupas kelapa dengan giginya. Penari Kuda Kepang ini dilengkapi properti kuda, cambuk (pecut), gelang kaki, dan topeng. Tari Kuda Kepang ini diiringi dengan alat musik seperti Gendang, Gong, Saron, dan bonang. Tata rias yang digunakan adalah tata rias yang disesuaikan dengan tokoh penari Kuda Kepang, seperti rias baigon dan rias butoan, serta tata busana yang dikenakan oleh penari Kuda Kepang adalah untuk baigon menggunakan celana pendek hitam, baju putih, selendang, penutup kepala (udheng), kain panjang atau songket, pengikat tangan, dan pengikat leher untuk menutupi dada dan punggung. Untuk butoan memakai celana pendek hitam, baju hitam berliris merah, selendang, kain panjang seperti songket, penutup kepala (udheng). Untuk penari barongan hanya memakai celana panjang hitam, topeng, sedangkan untuk penari kucingan memakai celana panjang hitang dan baju hitam seperti butoan.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERUBAHAN PERTUNJUKAN TARI KUDA KEPANG DI SANGGAR SINGO TURONGGO DESA SUKA MAKMUR TIMUR KECAMATAN WIH PESAM KABUPATEN BENER MERIAH (Sinta Aryani, 2024)
EKSISTENSI TARI KUDA LUMPING PADA MASYARAKAT DIRNKABUPATEN BENER MERIAH (Afriana Arif, 2022)
PERKEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN KUDA KEPANG DI SANGGAR SETIA BUDAYA DESA BLANG PAKU KECAMATAN WIH PESAM KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 2012-2018 (Devi Viliani, 2019)
PERILAKU SADAR GIZI IBU RUMAH TANGGA DI DESA SERBAGUNA KECAMATAN DARUL MAKMUR KABUPATEN NAGAN RAYA (Nova DianSari EkaNingsih, 2016)
BENTUK PENYAJIAN TARI SAMAN DI KECAMATAN SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA (Ida Nurmawan, 2024)