<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157383">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DETERMINAN PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN DI KECAMATAN GLUMPANG BARO KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ismawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Praktik buang air besar sembarangan (BABS) masih menjadi permasalahan serius dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, terutama di daerah yang belum memiliki akses terhadap sanitasi layak. BABS dapat mencemari lingkungan dan menjadi jalur utama penyebaran penyakit berbasis air seperti diare, kolera, dan infeksi cacing. Upaya pencegahan perilaku ini menjadi bagian penting dari program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pilar pertama, yang menekankan perubahan perilaku melalui pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku BABS, yaitu variabel umur, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, pengetahuan, sikap, fasilitas jamban, dukungan petugas kesehatan dan dukungan tokoh masyarakat. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian meliputi seluruh masyarakat di Kecamatan Glumpang Baro dengan jumlah sampel sebanyak 346 kepala keluarga yang berlokasi di 21 desa. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi yang dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,044) dengan perilaku BABS dan tidak ada hubungan yang signifikan antara umur (p=0,299), jenis kelamin (p=0,277), pendidikan (p= 0,136), pendapatan (p=0,192), sikap (p=0,947), fasilitas jamban (p=0,184), dukungan petugas kesehatan (p=0,688), dan dukungan tokoh masyarakat (p=0,230) dengan perilaku BABS. Kesimpulan: Perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat dan diperlukan dukungan lintas sektor untuk mendorong perubahan perilaku BABS di Kabupaten Pidie.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157383</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-23 11:26:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-23 12:05:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>