<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157379">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERILAKU STRUKTUR PADA BANGUNAN BERTINGKAT MENGGUNAKAN BASE ISOLATOR DI WILAYAH GEMPA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Durratul Mardhiah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fak. Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko gempa bumi yang sangat tinggi karena berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Kondisi ini menuntut penerapan sistem struktur bangunan yang mampu mereduksi dampak gempa secara signifikan, khususnya pada bangunan bertingkat. Salah satu inovasi yang dapat diterapkan adalah penggunaan sistem isolasi seismik berupa base isolator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan perilaku struktur bangunan bertingkat dengan dan tanpa penggunaan base isolator terhadap beban gempa dengan magnitudo yang berbeda. Objek penelitian adalah Gedung PKAPIK Universitas Syiah Kuala tiga lantai yang dimodelkan dalam dua kondisi, yaitu fixed base dan base isolated menggunakan software ETABS 2021. Analisis dilakukan dengan metode Non-Linear Time History Analysis (NLTHA) menggunakan 11 data rekaman gempa yang telah dilakukan spectral matching berdasarkan spektrum respons wilayah Aceh. Evaluasi dilakukan pada parameter gaya geser dasar dan simpangan antar lantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan base isolator mampu menurunkan gaya geser dasar rata-rata 75,94% pada arah X dan 76,96% pada arah Y. Simpangan antar lantai mengalami penurunan rata-rata 78,75% pada arah X dan 81,93% pada arah Y dibandingkan struktur tanpa base isolator. Terdapat fluktuasi pada gaya geser dasar dan simpangan antar lantai pada struktur bangunan based isolated yang dipengaruhi oleh karakteristik rekaman gempa. Selain itu, respons maksimum struktur tidak selalu terjadi pada gempa dengan magnitudo terbesar. Dengan demikian, penggunaan base isolator terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan bangunan bertingkat terhadap gempa, khususnya di wilayah rawan gempa seperti Indonesia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BUILDINGS - CONSTRUCTION</topic>
 </subject>
 <classification>690</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157379</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-23 10:34:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-23 11:22:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>