<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157365">
 <titleInfo>
  <title>PENYELESAIAN PEMBIAYAAN MURABAHAH BERMASALAH YANG DISALURKAN KEPADA APARATUR SIPIL NEGARA (PADA BANK ACEH SYARIAH KANTOR CABANG SABANG)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CHINDY SALSABILA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Progam Studi Ilmu Hukum</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam Pasal 23 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah diatur bahwa sebelum pemberian pembiayaan maka bank harus memiliki keyakinan atas kemampuan calon nasabah untuk melunasi seluruh kewajiban pada waktunya. Untuk memperoleh hal tersebut bank wajib melakukan penilaian atas kemampuan calon nasabah untuk membayar, salah satunya melalui pemotongan gaji dari Aparatur Sipil Negara(ASN). Pembiayaan yang disalurkan oleh Bank Aceh Syariah kepada nasabah ASN diikat dengan akad murabahah yang didalamnya diatur kewajiban nasabah untuk membayar cicilan. Akad murabahah tersebut menjadi Undang-Undang bagi para pihak sebagaimana diatur dalam pasal 1338 KUHPerdata dan di diperkuat dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 1 bahwa setiap orang wajib memenuhi akad. Namun, dalam pelaksanaan pembiayaan murabahah yang disalurkan BAS Kantor Cabang Sabang kepada ASN terdapat nasabah yang tidak melaksanakan pembayaran sesuai dengan ketentuan dalam akad. Sehingga terjadinya pembiayaan murabahah bermasalah.&#13;
&#13;
Tujuan penulisan skripsi ini adalah menjelaskan pelaksanaan pembiayaan murabahah yang disalurkan kepada Aparatur Sipil Negara dan faktor penyebab pembiayaan murabahah bermasalah yang disalurkan kepada Aparatur Sipil Negara pada Bank Aceh Syariah Kantor Cabang Sabang, serta upaya Bank Aceh Syariah Kantor Cabang Sabang dalam penyelesaian pembiayaan murabahah bermasalah yang disalurkan kepada Aparatur Sipil Negara.&#13;
&#13;
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis empiris. Data diperoleh dari penelitian lapangan dengan melakukan wawancara dengan responden dan informan dan dari penelitian kepustakaan melalui kajian literatur dan peraturan perundang-undangan.&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan pembiayaan murabahah yang disalurkan kepada ASN pada BAS KC Sabang tidak berjalan sebagaimana yang diperjanjikan, terdapat tujuh nasabah yang pembiayaan murabahahnya tergolong dalam kategori macet. Faktor penyebab pembiayaan murabahah bermasalah di BAS KC Sabang yaitu disebabkan oleh faktor eksternal meliputi ASN yang diberhentikan secara hormat, diberhentikan secara tidak hormat dan meninggal dunia. Upaya BAS KC Sabang dalam penyelesaian pembiayaan murabahah bermasalah terhadap ASN yang diberhentikan dengan hormat atau meninggal dunia, dilakukan melalui pengajuan pembayaran klaim Asuransi Jiwa Syariah Al-Amin. Sementara terhadap ASN yang diberhentikan secara tidak hormat kerena melakukan tindak pidana, BAS KC Sabang memberikan somasi sebanyak tiga kali kemudian menghubungi ahli waris untuk meminta jaminan atas pembiayaan yang belum dilunasi oleh nasabah tersebut.&#13;
&#13;
Disarankan kepada Pihak BAS KC Sabang untuk meminta jaminan tambahan kepada ASN berupa jaminan kebendaan, selanjutnya melakukan analisis calon nasabah yang lebih mendalam pada awal pengajuan pembiayaan, serta menerapkan prinsip kehati-hatian sebagai antisipasi risiko di kemudian hari. Disarankan kepada ahli waris untuk bersikap kooperatif dalam upaya penyelesaian pembiayaan murabahah bermasalah terhadap ASN yang diberhentikan secara tidak hormat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BANKS (FINANCE) - LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SHARIA</topic>
 </subject>
 <classification>346.082</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157365</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-22 21:07:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-23 10:51:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>