<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157281">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH MATERIAL BATU GIOK PADA BANGUNAN MASJID TERHADAP KENYAMANAN TERMAL RUANGAN (STUDI KASUS :</title>
  <subTitle>MASJID AGUNG BAITUL A’LA. NAGAN RAYA)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Rizky Reza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kenyamanan termal merupakan aspek penting dalam bangunan ibadah seperti masjid, karena secara langsung memengaruhi kekhusyukan dan kenyamanan jamaah. Di wilayah beriklim tropis lembab seperti Indonesia, pencapaian kenyamanan termal kerap bergantung pada sistem pendingin buatan yang boros energi. Masjid Agung Baitul A’la di Nagan Raya menghadirkan pendekatan unik melalui pemanfaatan batu giok lokal sebagai material pelapis interior ruang salat, yang menarik untuk diteliti dari segi performa termalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan batu giok terhadap kenyamanan termal ruangan berdasarkan parameter suhu udara, kelembaban relatif, dan kecepatan angin, mengacu pada standar SNI 03-6572-2001. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan pengukuran langsung selama tujuh hari menggunakan berbagai alat seperti Hot Wire Anemometer, USB Data Logger, Weather Station, dan Kamera Termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batu giok mampu menjaga suhu ruang tetap stabil dan berada dalam rentang kenyamanan tanpa dukungan sistem pendingin mekanis. Simpulan dari studi ini menegaskan bahwa batu giok bukan hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan kenyamanan termal secara pasif. Temuan ini mendukung pengembangan arsitektur berkelanjutan berbasis potensi material lokal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157281</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-19 19:52:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-20 11:16:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>