<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157277">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI PEMANFAATAN KAWASAN SEMPADAN KRUENG ACEH BAGIAN HILIR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DWIPA ABY ANANTA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Urbanisasi dan pertumbuhan penduduk di kawasan perkotaan telah memberikan tekanan terhadap pemanfaatan ruang, termasuk kawasan sempadan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan kawasan sempadan Krueng Aceh bagian hilir dan menganalisis kesesuaiannya dengan ketentuan tata ruang menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data diperoleh melalui observasi lapangan, kuesioner kepada masyarakat, serta wawancara dengan instansi terkait. Analisis spasial dilakukan menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8 untuk memetakan penggunaan lahan dan kerentanan terhadap bencana banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 84,02% kawasan sempadan digunakan untuk fungsi budidaya, seperti pertanian dan permukiman, sedangkan hanya 15,97% digunakan sebagai fungsi lindung. Sekitar 11,63% kawasan pemukiman berada dalam zona sempadan yang tidak sesuai ketentuan. Selain itu, 90,92% kawasan sempadan masuk dalam kategori rentan tinggi terhadap banjir. Hasil ini menunjukkan perlunya pengawasan dan penataan kembali kawasan sempadan untuk mengurangi risiko bencana dan menjaga fungsi ekologis sungai.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157277</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-19 18:02:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-20 11:11:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>