<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157269">
 <titleInfo>
  <title>KONSERVASI KAWASAN PEUNAYONG BERDASARKAN PERTUMBUHAN KOTA DAN SEBARAN OBJEK BERSEJARAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jasman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peunayong merupakan kawasan bersejarah di Banda Aceh yang telah berfungsi sebagai pusat perdagangan dan permukiman multikultural sejak era Kesultanan Aceh. Kawasan Peunayong berkembang pesat pada masa kolonial sebagai Pecinan dengan ciri khas bangunan bergaya Cina-Eropa, dan meskipun dilanda tsunami pada tahun 2004, sebagian besar warisan bangunan masih bertahan. Penelitian ini bertujuan menelusuri perkembangan historis Peunayong dari tahun 1646 hingga 2023, menganalisis karakteristik serta sebaran bangunan bersejarah, dan &#13;
merumuskan strategi pengembangan berbasis pelestarian nilai historis. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara, serta pendekatan triangulasi terhadap data fisik dan non fisik, penelitian ini mengungkap transformasi kawasan Peunayong dari pelabuhan kesultanan menjadi distrik niaga kolonial dan kini kawasan urban modern. Perubahan tata guna lahan, sistem sirkulasi, serta massa dan bentuk bangunan mencerminkan adaptasi terhadap dinamika kota. Akulturasi budaya Aceh, &#13;
Tionghoa, dan Belanda tercermin dalam sebaran bangunan bersejarah. Strategi pelestarian yang diusulkan mencakup zonasi inti, pendukung, dan revitalisasi, didukung penguatan regulasi dan pengembangan wisata berkelanjutan. Keterlibatan public dan pemerintah menjadi kunci menjaga identitas historis Peunayong dalam kerangka pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HISTORIC BUILDINGS - PRESERVATION</topic>
 </subject>
 <classification>363.69</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157269</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-19 17:01:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-20 09:57:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>