<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157219">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI BAKTERI BACILLUS CEREUS PADA SIPUT AIR TAWAR (FAUNUS ATER) MENGGUNAKAN GEN 16S RRNA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RESKIAH ANANDA MUNTHE</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Siput air tawar (Faunus ater) merupakan gastropoda yang banyak ditemukan di perairan &#13;
seperti muara, danau, dan sungai. Cangkangnya berwarna hitam dengan bentuk memanjang dan &#13;
sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam masakan sayuran. Siput ini memperoleh &#13;
makanannya dengan cara menyaring substrat organik dari lingkungan sekitarnya, yang dapat &#13;
menyebabkan adanya keberadaan bakteri termasuk Enterobacter, dalam daging siput tersebut. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi keberadaan bakteri Bacillus cereus &#13;
pada siput air tawar (Faunus ater) yang hidup di sungai Leupung, Saney dan Gle Bruek, Aceh Besar &#13;
menggunakan analisis gen 16S rRNA. Penelitian ini dilakukan dengan mengisolasi bakteri &#13;
menggunakan media Brain Heart Infusion Broth (BHIB), Mannitol Salt Agar (MSA) dan &#13;
pewarnaaan Gram serta dilakukan uji molekuler menggunakan analisis gen 16S rRNA. Hasil &#13;
penelitian menunjukkan adanya kekeruhan pada media BHIB, terdapat koloni bewarna kekuningan &#13;
yang berbentuk bundar pada media MSA, pada pewarnaan Gram menunjukkan warna ungu sebagai &#13;
Gram positif dan berbentuk basil. Hasil analisis molekuler berupa parsial gen 16S rRNA &#13;
menunjukkan bahwa isolat memiliki kemiripan 100,00% dan nilai Quary Coverage 100% dengan &#13;
bakteri Bacillus cereus strain ARCHA-01. Secara konstruksi pohon filogenetik pada isolat &#13;
menunjukkan kedekatan dan kekerabatan dengan Bacillus cereus strain ARCHA-01, yang &#13;
ditunjukkan oleh posisi yang berdekatan pada pohon filogenetik. Kesimpulan pada penelitian ini &#13;
siput air tawar (Faunus ater) dari Sungai Leupung, Saney, dan Gle Bruek, Aceh Besar terdeteksi &#13;
mengandung bakteri Bacillus cereus berdasarkan identifikasi secara analisis molekuler gen 16S &#13;
rRNA.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157219</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-19 12:37:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-19 15:08:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>