<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157167">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETIK DAN TINGKAT KEPATUHAN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS ULEE KARENG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Hajah Fasahila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang, termasuk kepatuhan terhadap pengobatan untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola penggunaan obat di Puskesmas Ulee Kareng, menilai tingkat kepatuhan pasien dalam&#13;
mengonsumsi obat antidiabetik, serta menilai hubungan antara penggunaan obat antidiabetik dengan tingkat kepatuhan pasien. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan melibatkan 59 pasien DM Tipe 2. Tingkat kepatuhan pasien diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8),&#13;
sementara data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian di Puskesmas Ulee Kareng menunjukkan mayoritas penderita adalah perempuan dan berumur 55-64 tahun. Terapi antidiabetes yang digunakan di Puskesmas tersebut yaitu antidiabetik oral (ADO) (72,9%), insulin (18,6%) dan campuran (ADO dan insulin) (8,5%).&#13;
Tingkat kepatuhan pasien dengan kategori tinggi sebanyak 66,1% dan kategori sedang sebanyak 33,9%. Terdapat perbedaan signifikan pada tingkat kepatuhan pasien yang menggunakan terapi ADO dan pasien yang menggunakan insulin, yaitu pasien dengan terapi ADO dinilai lebih patuh. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengelolaan pasien DM tipe 2 di Puskesmas Ulee Kareng sudah baik, hal ini&#13;
ditinjau dari besarnya persentase analisa rasionalitas penggunaan obat DM yaitu 100% tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis dan tepat pasien. Namun, diperlukan pendekatan individual melalui edukasi berkelanjutan, penguatan peran keluarga dan peningkatan kualitas interaksi antara pasien dan tenaga kesehatan untuk mendukung peningkatan kepatuhan pasien.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DRUG THERAPY - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DIABETES MELLITUS (TYPE 2) - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.462 4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157167</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-18 17:19:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-19 14:45:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>