<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157151">
 <titleInfo>
  <title>ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI BAKTERI ENDOFIT NILAM ACEH (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) VARIETAS TAPAKTUAN TERHADAP JAMUR SCLEROTIUM ROLFSII</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Adelia Salsabila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman nilam memiliki potensi ekonomi yang sangat signifikan. Namun, dalam budidayanya, tanaman nilam sering mengalami serangan penyakit fungal yang dapat mengurangi kualitas dan kuantitas hasil panen. Sclerotium rolfsii merupakan salah satu jamur patogen tular tanah yang dapat menyebabkan penyakit busuk batang pada tanaman nilam. Infeksi yang ditimbulkan dapat mengakibatkan pembusukan jaringan hingga kematian tanaman, dengan tingkat penurunan hasil panen yang dilaporkan mencapai 60%. Pengendalian patogen ini umumnya dilakukan menggunakan fungisida kimia, namun penggunaannya semakin dihindari karena dampak negatif terhadap lingkungan. Alternatif yang dapat diterapkan adalah pengendalian hayati&#13;
dengan memanfaatkan bakteri endofit yang hidup dalam jaringan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bakteri endofit dari tanaman nilam Aceh varietas Tapaktuan yang berpotensi sebagai agen antifungi terhadap S. rolfsii. Isolasi bakteri endofit dilakukan dari akar, batang, dan daun tanaman nilam dengan menggunakan metode pengenceran, sedangkan uji aktivitas antifungi dilakukan dengan metode kultur ganda. Sebanyak 23 isolat bakteri endofit berhasil diisolasi dari tanaman nilam, di mana 11 isolat menunjukkan aktivitas antifungi yang sangat kuat. Isolat paling potensial bertutur-turut adalah DT-7 (28,7 mm), BT-6 (27,68 mm), DT-3 (25,2 mm), BT-3 (23,4 mm), AT-7 (23,1 mm), BT-8 (23,03 mm), BT-7 (22,23 mm), AT-2 (21,48 mm), AT-4 (21,3 mm), BT-4 (21,03 mm), dan AT-5 (20,13 mm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri endofit dari tanaman nilam Aceh varietas Tapaktuan memiliki aktivitas antifungi terhadap Sclerotium rolfsii.&#13;
Kata kunci: Bakteri endofit, antifungi, nilam Aceh, Sclerotium rolfsii</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157151</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-18 15:43:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-19 08:46:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>