<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157095">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGARUH HARGA PANGAN, PDB, INFLASI, DAN NILAI TUKAR TERHADAP KEMISKINAN DI 4 NEGARA ASEAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Akbar Eka Prayoga</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi dan Bisnis</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
ANALISIS PENGARUH HARGA PANGAN, PDB, INFLASI, DAN NILAI TUKAR TERHADAP KEMISKINAN&#13;
DI 4 NEGARA ASEAN&#13;
Oleh: AKBAR EKA PRAYOGA&#13;
NPM. 2301201010028&#13;
&#13;
Pembimbing 1 : Prof. Dr. Nazamuddin, S.E., M.A&#13;
Pembimbing 2 : Prof. Dr. Taufiq C. Dawood, S.E., M.Ec. Dev&#13;
Kemiskinan masih menjadi tantangan yang terus berlanjut di negara-negara ASEAN meskipun ada pertumbuhan ekonomi. Laporan Bank Dunia tahun 2024 menyoroti bahwa banyak keluarga, terutama di negara-negara yang perekonomiannya bergantung pada pertanian, masih hidup di bawah garis kemiskinan. Studi ini mengkaji dampak harga pangan, pertumbuhan PDB, inflasi, dan nilai tukar terhadap kemiskinan ekstrem di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina dari tahun 1991 hingga 2021 dengan menggunakan data panel gabungan (pooled panel data). Analisis ini menggunakan model ARDL panel gabungan dengan uji diagnostik (Wald, normalitas residual, dan CUSUM) dan uji ketahanan (Uji Hausman dan OLS). Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, kemiskinan ekstrem dipengaruhi secara negatif dan signifikan oleh harga pangan dan nilai tukar. Kenaikan harga pangan meningkatkan pendapatan petani, meningkatkan mata pencaharian di pedesaan, tetapi juga mengurangi daya beli konsumen neto. Depresiasi nilai tukar meningkatkan biaya impor, sehingga berdampak pada keterjangkauan harga bahan pokok. Pertumbuhan PDB dan inflasi menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan terhadap kemiskinan ekstrem dalam jangka panjang. Dalam jangka pendek, nilai tukar memiliki pengaruh signifikan positif terhadap kemiskinan ekstrem, sementara variabel lainnya tidak signifikan. Depresiasi nilai tukar meningkatkan ekspor pertanian, lapangan kerja, dan industri lokal. Studi ini merekomendasikan kebijakan untuk menstabilkan harga pangan dan mengatasi depresiasi mata uang sambil mendorong pertumbuhan inklusif dan mengurangi tekanan inflasi untuk mengurangi kemiskinan ekstrem di negara-negara ASEAN.&#13;
Kata kunci: ASEAN, Harga Pangan, Kemiskinan.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157095</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-17 14:12:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-17 14:34:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>