<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157089">
 <titleInfo>
  <title>EFEK PEMBERIAN EKSTRAK HIPOFISA SAPI TERHADAP PENINGKATAN MORFOMETRI DAN HISTOMORFOMETRI TESTIS TIKUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ilham Rahman Efliandi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKH</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ekstrak hipofisa sapi (EHS) mengandung hormon gonadotropin seperti FSH dan LH yang berperan dalam regulasi fungsi gonad. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan morfometri dan histomorfometri testis tikus setelah pemberian EHS. Dalam penelitian ini digunakan 21 ekor tikus Wistar jantan dengan bobot badan 180-220 g. Seluruh tikus diadaptasikan selama dua minggu. Tikus dibagi ke dalam tujuh kelompok perlakuan (n=3), yakni 1 kelompok sebagai kontrol (P0) dan 6 kelompok (P1-P6) mendapat perlakuan dengan EHS. Pada P0, tikus diinjeksi dengan NaCl 0,9% selama 1 minggu sedangkan P1-P6 tikus yang diinjeksi dengan 3 IU EHS/tikus selama 1 minggu (P1), 2 minggu (P2), 3 minggu (P3), 4 minggu (P4), 5 minggu (P5), dan 6 minggu (P6). Masing-masing kelompok diinjeksi sebanyak tiga kali dalam seminggu. Setelah perlakuan selesai, tikus dieutanasi dengan 40 mg/kg zoletil dan testis dikoleksi untuk pengamatan morfologi, pengukuran morfometri, dan pembuatan preparat histologis. Pengukuran morfometri pada testis meliputi panjang, lebar, lingkar, volume dan berat. Pengukuran histomorfometri testis meliputi diameter tubulus seminiferus dan ketebalan dari lapisan sel epitel germinal yang diukur mulai dari membran basal sampai adluminal tubulus seminiferus testis. Data yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis menggunakan analisis varian satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Seluruh parameter morfologi testis tikus pada kelompok P5 memiliki perbedaan yang signifikan dengan P0 (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157089</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-17 12:42:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-17 14:57:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>