<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157063">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH BEBERAPA GENOTIPE PERSILANGAN CABAI HIAS (CAPSICUM ANNUUM L.) POPULASI F3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADA KONDISI TANPA PEMANGKASAN DAN PEMANGKASAN TUNAS AIR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AHMAD DAIROBY SIMANJUNTAK</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cabai hias selain dimanfaatkan sebagai elemen estetika dalam lanskap juga memiliki nilai fungsional dalam produksi dan konsumsi sehingga upaya perbaikan genetik melalui persilangan antar genotipe sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan keragaman cabai hias dengan menghasilkan sumber daya genetik baru yang lebih unggul. Selain aspek genetik, keberhasilan produksi juga sangat dipengaruhi oleh teknik budidaya yang tepat yaitu melalui pemangkasan tunas air pada fase vegetatif berfungsi untuk mengurangi pertumbuhan vegetatif dan merangsang pertumbuhan generatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan hasil beberapa genotipe persilangan cabai hias populasi F3 pada kondisi tanpa pemangkasan dan pemangkasan tunas air. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh yang terletak pada titik koordinat 5°33'18.7&quot; LU dan 95°20'16.7&quot; BT dengan ketinggian 4 mdpl dan Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang telah dilaksanakan dari Desember 2024 hingga Maret 2025. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 9 genotipe cabai hias hasil Generasi F2. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan menggunakan dua set penelitian yaitu tanpa pemangkasan tunas air dan dengan pemangkasan tunas air. Masing-masing set penelitian menggunakan 9 genotipe cabai hias populasi F3 dengan setiap kombinasi diulang sebanyak 3 kali, sehingga keseluruhan terdapat 27 satuan percobaan pada masing-masing set penelitian dan terdiri dari 1 tanaman sehingga total keseluruhan tanaman yang digunakan dalam penelitian 54 tanaman. Analisis data yang dilakukan adalah analysis of variance (ANOVA) menggunakan SPSS kemudian dilakukan uji lanjut DNMRT taraf 5% jika berpengaruh nyata. Faktor yang diteliti yaitu  9 genotipe persilangan cabai hias populasi F3 pada kondisi tanpa pemangkasan tunas air dan pemangkasan tunas air terhadap karakter kuantitatif dan karakter kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe cabai hias dengan pemangkasan tunas air memberikan kualitas dan kuantitas hasil terbaik. Walaupun beberapa genotipe menunjukkan performa agronomis yang lebih baik pada kondisi tanpa pemangkasan, sementara genotipe yang dilakukan dengan pemangkasan justru menunjukkan peningkatan hasil produksi tanaman cabai hias. Genotipe cabai hias tanpa pemangkasan tunas air berpengaruh sangat nyata terhadap lebar tajuk dan berpengaruh nyata terhadap tinggi dikotomus yang didapatkan lebar tajuk terbaik pada genotipe  F3S2N7-3 dan tinggi dikotomus terbaik pada genotipe F3S2N7-17. Genotipe cabai hias dengan pemangkasan tunas air berpengaruh sangat nyata terhadap panjang daun, lebar daun, jumlah buah, berat per buah, berat buah pertanaman, panjang buah, panjnag tangkai buah dan diameter buah yang didapatkan panjang dan lebar daun terbaik pada genotipe F3S2N7-17, jumlah buah terbaik pada genotipe F3S2N7-3, berat per buah terbaik pada genotipe F3S2V-8, berat buah per tanaman terbaik pada genotipe F3S2N7-16, panjang buah terbaik pada genotipe F3S2N7-8, panjang tangkai buah terbaik pada genotipe F3S2V-9 dan diameter buah terbaik pada genotipe F3A12S14-9.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157063</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-16 17:15:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-17 08:38:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>