<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157055">
 <titleInfo>
  <title>OPTIMASI KOLAM RETENSI OXBOW PADA KRUENG KEUREUTO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Istiqfarah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Megister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perubahan iklim berdampak signifikan terhadap ketersediaan sumber daya air, ditandai dengan meningkatnya frekuensi kejadian banjir dan kekeringan yang mempengaruhi cadangan air permukaan maupun bawah permukaan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor. Di Kabupaten Aceh Utara, khususnya Kecamatan Lhoksukon, banjir berulang dan periode kekeringan yang berkepanjangan menyebabkan penurunan ketersediaan air. Kondisi ini mengakibatkan masyarakat kesulitan memperoleh air bersih yang layak, serta meningkatkan risiko gagal panen pada sektor pertanian. Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan dalam upaya mitigasi dan adaptasi adalah keberadaan area oxbow lake (bekas alur sungai mati) di sekitar Krueng Keureuto. Kawasan ini memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai kolam retensi yang dapat dimanfaatkan melalui pendekatan pengelolaan air berbasis alam (Nature-Based Solutions) dalam kerangka smart water management. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola operasi kolam retensi oxbow dalam rangka pemenuhan kebutuhan air bersih dan irigasi, serta sebagai upaya mitigasi banjir. Metode penelitian meliputi identifikasi masalah, studi literatur, pengumpulan data primer dan sekunder, perhitungan kebutuhan air bersih dan irigasi, analisis kapasitas tampungan kolam berdasarkan data survei lapangan, serta optimasi pola operasi menggunakan Solver pada Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih untuk dua desa, yakni Desa Kuta Lhoksukon dan Desa Meunasah Blang adalah sebesar 0,0074 m³/detik. Sementara itu, kebutuhan air untuk irigasi lahan pertanian seluas 10 ha di Kecamatan Lhoksukon sebesar 0,0073 m³/detik, sehingga total kebutuhan air mencapai 0,0147 m³/detik. Berdasarkan hasil analisis pola pengoperasian kolam oxbow, diperoleh rata-rata outflow sebesar 0,0147 m³/detik dengan tingkat keandalan infrastruktur kolam retensi oxbow mencapai 100%, di mana kolam retensi oxbow mampu memenuhi kebutuhan daerah layanan. Dengan demikian, kolam oxbow memiliki potensi yang sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai kolam retensi dalam penyediaan air bagi kebutuhan domestik dan pertanian.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Oxbow, kekurangan air, optimasi, nature based solutions&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157055</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-16 13:59:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-16 16:40:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>