PERENCANAAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) DENGAN POLA RUANG DI KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS KECAMATAN KUTA ALAM, KECAMATAN SYIAH KUALA, DAN KECAMATAN ULEE KARENG) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERENCANAAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) DENGAN POLA RUANG DI KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS KECAMATAN KUTA ALAM, KECAMATAN SYIAH KUALA, DAN KECAMATAN ULEE KARENG)


Pengarang

RENDY - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Noer Fadhly - 197507312002121002 - Dosen Pembimbing I
Juliana Fisaini - 199007172019032021 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2104101010009

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fak. Teknik Sipil., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pertumbuhan penduduk Kota Banda Aceh dengan rata-rata pertumbuhan pada Tahun 2021-2023 mencapai 1,290% mengakibatkan kemacetan lalu lintas terutama di kecamatan yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi dan memiliki berbagai aktivitas seperti Kecamatan Kuta Alam, Kecamatan Syiah Kuala, dan Kecamatan Ulee Kareng (Derajat kejenuhan mencapai 0,74 di Jalan Teuku Iskanadar). Permasalahan ini bisa diatasi dengan perencanaan transportasi dan kota yaitu dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan estimasi pola pergerakan untuk melihat interaksi wilayah dengan model gravitasi pada kondisi eksisting dan di tahun perencanaan yaitu tahun 2028 serta mendesain kawasan eksisting di Kota Banda Aceh dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Penelitian ini menggunakan Standar TOD 3.0 Tahun 2017 dari Institute for Transportation and Development Policy. Berdasarkan hasil analisis gravitasi pada kondisi eksisting, nilai interaksi terendah berada di Desa Deah Raya sebesar 8.266.724,215 dan nilai interaksi tertinggi berada di Desa Mulia sebesar 240.342.527,158 dengan rata-rata ketimpangan antar wilayah mencapai 67,676%. Desa-desa dengan nilai interaksi rendah dilakukan perencanaan TOD sehingga didapatkan hasil yang awalnya berada pada kategori bukan TOD berubah menjadi klasifikasi TOD silver standard. Setelah perencanaan TOD, maka dilakukan analisis gravitasi di tahun perencanaan sehingga desa dengan nilai interaksi terendah berada di Desa Kopelma Darussalam sebesar 28.701.279,151 dan nilai interaksi tertinggi sebesar 374.298.721,321 di Desa Alue Naga dengan ketimpangan antar wilayah yang menurun menjadi 48,650%. Hal ini menunjukkan bahwa konsep TOD berhasil menurunkan ketimpangan antarwilayah dan mengurangi kemacetan lalu lintas di Kota Banda Aceh.

The population growth in Banda Aceh City, with an average annual increase of 1.290% from 2021 to 2023, has contributed to increasing traffic congestion, particularly in districts with high population densities and diverse urban activities, such as Kuta Alam, Syiah Kuala, and Ulee Kareng. In these areas, the volume-to-capacity ratio reaches 0.74 on Jalan Teuku Iskandar. This issue can be addressed through integrated transportation and urban planning strategies, particularly by implementing the concept of Transit Oriented Development (TOD). The purpose of this study is to estimate mobility patterns to assess spatial interactions using gravity models under existing conditions and in the projected year of 2028, as well as to design TOD-based developments in Banda Aceh City. Under existing conditions, gravity model analysis revealed that Deah Raya Village had the lowest interaction value of 8,266,724.215, while Mulia Village had the highest value of 240,342,527.158, with an average regional disparity of 67.676%. TOD-based planning interventions were implemented in villages with low interaction values, upgrading their classification from non-TOD to the TOD Silver standard. In the projected year, gravity analysis showed an increased range of interaction values, with Kopelma Darussalam Village having the lowest value of 28,701,279.151 and Alue Naga Village the highest value of 374,298,721.321, while regional disparity decreased to 48.650%. These findings suggest that the implementation of TOD principles can effectively reduce regional disparities and alleviate traffic congestion in Banda Aceh City.

Citation



    SERVICES DESK