<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="157025">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI PENERAPAN KRITERIA BANGUNAN HIJAU GEDUNG LANDMARK BSI ACEH DENGAN METODE GREENSHIP</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD SAFRUL ALFAJRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Arsitektur</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Krisis iklim global dan degradasi lingkungan telah mendorong pentingnya penerapan prinsip green building dalam industri konstruksi. Di Indonesia, Green Building Council Indonesia (GBCI) menjadi acuan utama dalam mengukur keberlanjutan bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat penerapan kriteria bangunan hijau pada Gedung Landmark BSI Aceh menggunakan metode Greenship New Building version 1.2. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif melalui pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, dokumentasi, wawancara, dan studi literatur, yang dianalisis berdasarkan enam kategori utama Greenship, yaitu Appropriate Site Development (ASD), Energy Efficiency and Conservation (EEC), Water Conservation (WAC), Material Resources and Cycle (MRC), Indoor Health and Comfort (IHC), dan Building Environmental Management (BEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gedung telah memenuhi seluruh persyaratan kelayakan untuk penilaian Greenship dan memperoleh skor total 70 dari maksimum 101 poin, yang mencerminkan keberhasilan dalam menerapkan sebagian besar prinsip bangunan hijau. Kategori dengan skor tertinggi adalah EEC dan WAC, didukung oleh penggunaan simulasi energi dengan IES software dan Water Calculator Ver. 1.9, sementara kekurangan ditemukan pada kategori MRC. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Gedung Landmark BSI Aceh telah  memenuhi kriteria bangunan hijau, serta hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan bangunan hijau di Banda Aceh.&#13;
Kata Kunci: Bangunan Hijau, Landmark BSI Aceh, Greenship, GBCI (Green Building Council Indonesia),  Penilaian.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>157025</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-14 15:32:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-16 09:35:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>