<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="156989">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Masrizal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Study Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini memiliki dua tujuan yakni menganalisis sisa belanja pemerintah (SiLPA), pendidikan (EDU), pertumbuhan ekonomi (EG), dan ketimpangan (GINI) terhadap kemiskinan (KMS) di Provinsi Aceh dan menganalisis ambang batas SilPA dan Pendidikan. Penelitian ini menggunakan data panel 23 Kabupaten/Kota dari periode 2011 hingga 2020. Analisis data menggunakan dua pendekatan yakni SYS-GMM dan Panel Threshold. Hasil penelitian menemukan sisa belanja pemerintah dan ketimpangan berpengaruh positif signifikan terhadap kemiskinan. Sementara itu pendidikan ditemukan berpengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi ditemukan tidak signifikan. Berdasarkan estimasi panel threshold, sisa belanja pemerintah ditemukan batas yakni 1,725 persen dan pendidikan 8,07 tahun. Jika sisa belanja pemerintah di bawah ambang batas maka kemiskinan akan berkurang sedangkan jika sisa belanja pemerintah di atas ambang batas maka kemiskinan akan bertambah. Selanjutnya jika rata-rata pendidikan di suatu daerah di bawah lebih rendah dari ambang batas maka menimbulkan kemiskinan dan sebaliknya jika daerah mampu meningkatkan pendidikan maka kemiskinan akan berkurang. Oleh karena itu, pemerintah sebagai pelaku kebijakan perlu menggunakan anggaran secara maksimal hingga di bawah angka ambang batas, lalu meningkatkan mutu pendidikan baik secara formal maupun informal serta menekan angka ketimpangan. &#13;
&#13;
Kata kunci: Kemiskinan, SilPA, Pendidikan, Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan, Panel Analisis&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>156989</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-13 12:08:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-13 16:23:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>