Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PELAKSANAAN SUNAT (KHITAN) PADA ANAK PEREMPUAN OLEH BIDAN DI ACEH PASCA REGULASI TAHUN 2024: STUDI KUALITATIF
Pengarang
Eka Mulyana - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nurjannah - 197907112006042002 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2307201010003
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Kesehatan Masyarakat (S2) / PDDIKTI : 13101
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : fak. Kedokteran., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
PROGRAM STUDI MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Tesis, 23 Mei 2025
Pelaksanaan Sunat (Khitan) Pada Anak Perempuan Oleh Bidan Di Aceh Pasca Regulasi Tahun 2024: Studi Kualitatif
166 Halaman + 2 Tabel + 14 Gambar + 7 Lampiran
ABSTRAK
Latar Belakang: Pelaksanaan sunat (khitan) pada anak perempuan di Aceh telah menjadi praktik tradisional dan religius yang mengakar dalam budaya masyarakat. Pemerintah telah meratifikasi berbagai kesepakatan pelarangan P2GP sebagai bentuk komitmen global yang mencerminkan upaya holistik untuk melindungi perempuan dan anak dari praktik yang tidak memiliki dasar medis. Tujuan: Menganalisis pelaksanaan sunat perempuan oleh bidan di Aceh pasca regulasi 2024, termasuk kompleksitas praktik P2GP dari perspektif bidan, tantangan implementasi, konflik nilai, serta dampaknya pada praktik klinis. Metode Penelitian: Penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologi dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 18 bidan yang berasal dari 4 wilayah yaitu Kota Banda Aceh, Aceh Barat Daya, Aceh Tengah dan Aceh Timur dan menggunakan teknik pengambilan sampel secara snowball sampling. Hasil: Tiga tema terungkap dari pemikiran informan pada penelitian ini, yaitu (1) regulasi yang mencakup metode sosialisasi dan kebijakan terkait praktik P2GP di kalangan bidan, termasuk efektivitas dan hambatan dalam diseminasi informasi; (2) persepsi dan respons terhadap peraturan P2GP, serta konflik nilai antara tuntutan hukum, etik profesi, dan norma budaya/agama; dan (3) prosedur klinis yang diterapkan bidan dalam praktik P2GP, tantangan, dan dampak kesehatan yang muncul. Kesimpulan: Regulasi P2GP meningkatkan peran bidan sebagai edukator, tetapi implementasinya terhambat kesenjangan informasi, resistensi budaya-agama, dan sosialisasi pemerintah yang terbatas, sementara praktik tradisional bertahan lewat legitimasi norma sosial, medikalisasi semu, dan kurangnya standar prosedur, menimbulkan risiko kesehatan serta dilema etis bagi tenaga medis.
Kata Kunci: Regulasi P2GP, Khitan Pada Perempuan, Peran Bidan, Hambatan Budaya/Agama, Medikalisasi, Risiko Kesehatan, dan Dilema Etis
Daftar Pustaka: 71 Jurnal Ilmiah + 8 Buku + 3 Dokumen Resmi + 12 Website + 3 Laporan Penelitian
MASTER OF PUBLIC HEALTH STUDY PROGRAM FACULTY OF MEDICINE SYIAH KUALA UNIVERSITY Thesis, May 23, 2025 166 Pages + 10 Tables + 6 Figures + 7 Appendices ABSTRACT Female Circumcision Practices by Midwives in Aceh Post-2024 Regulation: A Qualitative Study Background: Female circumcision (khitan) remains a deeply rooted traditional and religious practice for girls in Aceh. While Indonesia has ratified international agreements banning Female Genital Mutilation/Cutting (FGM/C), implementation faces unique challenges in Aceh due to strong cultural and religious influences on healthcare practices. Objective: This study examines midwives' implementation of female circumcision following 2024 regulations, exploring practice challenges, conflicts between professional ethics and cultural values, and clinical implications. Methods: We conducted qualitative phenomenological interviews with 18 midwives from four Aceh regions (Banda Aceh, Southwest Aceh, Central Aceh, East Aceh) selected through snowball sampling to capture diverse experiences. Results: Three key themes emerged from informants' perspectives in this study: (1) regulations encompassing socialization methods and policies related to P2GP practices among midwives, including the effectiveness and barriers in information dissemination; (2) perceptions and responses to FGM regulations, along with value conflicts between legal requirements, professional ethics, and cultural/religious norms; and (3) clinical procedures applied by midwives in FGM practice, including challenges and emerging health impacts. Conclusion: The 2024 regulations have positioned midwives as key agents of change in eliminating FGM/C. However, effective implementation is hindered by information gaps, strong cultural resistance, and insufficient government support. Traditional practices continue through social legitimization and improper medicalization, creating health risks and professional ethical conflicts. This study highlights the need for culturally sensitive, multidisciplinary approaches to address this complex issue in Aceh. Keywords: Regulation, FGM/C (Female Genital Mutilation/Cutting), Female Circumcision (Khitan), Midwives' Role, Cultural/Religious Barriers, Medicalization, Health Risks, Ethical Dilemmas Bibliography: 71 Academic Journals + 8 Books + 3 Official Documents + 12 Websites + 3 Research Reports
PELAKSANAAN SUNAT (KHITAN) PADA ANAK PEREMPUAN OLEH BIDAN DI ACEH TAHUN 2024 (Mawaddah Warahmah, 2025)
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU IBU TENTANG SUNAT PADA PEREMPUAN DI BANDA ACEH (Raudhatul Kamilah Harahap, 2023)
PEMAKNAAN NILAI-NILAI PROSESI KHITAN DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SUKU KLUET DI DESA KAMPUNG PAYA (SUATUPENELITIAN DI KECAMATAN KLUET UTARA, KABUPATEN. ACEH SELATAN) (Yosi Zulyani, 2019)
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERAN DAN KEDUDUKAN MAK BIDAN (STUDI SOSIOLOGIS PADA GAMPONG ALUR PINANG KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN) (Wiya Melizar, 2018)
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERAN BIDAN DESA DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM IMUNISASI DI PUSKESMAS DALAM WILAYAH KOTA BANDA ACEH (Nyak Ninda Rizka, 2025)