<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="156919">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN KANTOR PUSAT PT. BANK ACEH SYARIAH DI KOTA BANDA ACEH (TEMA:</title>
  <subTitle>ARSITEKTUR SIMBOLIS)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PUTRI BAYSITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peranan Kantor Pusat PT. Bank Aceh Syariah di Kota Banda Aceh dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan fasilitas representatif yang mencerminkan identitas dan nilai-nilai syariah. Dahulu, Bank Aceh memiliki kantor pusat permanen yang megah dan strategis, namun musibah kebakaran menyebabkan kerusakan parah sehingga operasional sementara dialihkan ke bangunan ruko. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aspek fungsional, tetapi juga mengurangi citra kelembagaan bank sebagai simbol keuangan daerah. Selain itu, perjalanan sejarah Bank Aceh yang awalnya beroperasi sebagai bank konvensional, dan kemudian resmi bertransformasi menjadi bank syariah pada tahun 2016, menjadi dasar penting dalam merancang kantor pusat baru yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. &#13;
Bank Aceh Syariah memiliki identitas keislaman dan nilai-nilai spiritual dalam pengelolaan serta penyediaan jasa perbankan. Perubahan ini menuntut hadirnya bangunan yang bukan hanya sekedar tempat kerja, namun juga menjadi wujud dari prinsip-prinsip syariah yang melandasi visi dan misi bank. Melalui pendekatan simbolis, elemen-elemen arsitektur dirancang dengan mengadopsi bentuk dan pola yang memiliki makna mendalam. Motif-motif khas Aceh dan geometri Islam dimasukkan ke dalam desain fasad, struktur bangunan, dan elemen interior, menciptakan keselarasan antara nilai estetika, spiritualitas, dan identitas lokal.&#13;
Dengan mengusung tema arsitektur simbolis, rancangan kantor pusat ini tidak hanya berfokus pada fungsi dan efisiensi, tetapi juga menyampaikan makna melalui bentuk dan elemen arsitektural. Simbol-simbol budaya Aceh dan nilai-nilai Islam dihadirkan melalui pemilihan bentuk, pola, dan ornamen bangunan, seperti penggunaan motif islami, ornamen khas Aceh, serta orientasi ruang yang mencerminkan etika dan tata nilai syariah. Rancangan ini bertujuan untuk membangun kembali identitas Bank Aceh Syariah secara visual dan filosofis, sekaligus menghadirkan bangunan ikonik yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh dan mencerminkan kemajuan ekonomi daerah berbasis nilai spiritual.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ARCHITECTURAL DESIGN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BANKS (FINANCE) - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>725.24</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>156919</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-10 14:48:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-19 11:14:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>