PENGGUNAAN PERANGKAP WARNA BERPEREKAT DAN AROMA REMPAH UNTUK MENGENDALIKAN HAMA GUDANG LASIODERMA SERRICORNE F. (COLEOPTERA: ANOBIIDAE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGGUNAAN PERANGKAP WARNA BERPEREKAT DAN AROMA REMPAH UNTUK MENGENDALIKAN HAMA GUDANG LASIODERMA SERRICORNE F. (COLEOPTERA: ANOBIIDAE)


Pengarang

Firli Difa Yani - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nur Pramayudi - 198010132006041001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2105109010013

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Salah satu cara pengendalian serangga hama adalah dengan menggunakan perangkap warna, dengan memanfaatkan ketertarikan serangga terhadap warna yang kontras. Daya tarik dapat ditingkatkan dengan penggunaan umpan berupa makanan maupun zat atraktan. Hal ini diharapkan dapat menggantikan bahan fumigasi kimia yang telah diaplikasikan selama ini. Tembakau jenis cerutu memegang peranan penting sebagai komoditas strategis di Indonesia. Tiap tahunnya, sekitar 10-15% hasil tembakau di gudang mengalami kerugian akibat serangan serangga. Serangga Lasioderma serricorne F. (Coleoptera: Anobiidae) adalah salah satu hama utama daun tembakau pada saat memasuki masa pascapanen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perangkap warna berperekat dan aroma rempah terhadap hama L. serricorne.
Penelitian ini dilaksanakan di Gudang UD. Keretek Gayo Aceh Kabupaten Aceh Tengah dan di Laboratorium Hama Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, sejak bulan Juni 2024 sampai Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial yang terdiri dari 8 taraf W1 = perangkap warna merah + ketumbar 15g, W2 = perangkap warna kuning + ketumbar 15g, W3 = perangkap warna hijau + ketumbar 15g, W4 = perangkap warna biru + ketumbar 15g, W5 = perangkap warna merah + cengkeh 15g, W6 = perangkap warna kuning + cengkeh 15g, W7 = perangkap warna hijau + cengkeh 15g, dan W8 = perangkap warna biru + cengkeh 15g dengan masing masing 3 ulangan, sehingga terdapat 24 unit percobaan. Peubah yang diamati meliputi kondisi gudang, jumlah L. serricorne yang terperangkap di luar perangkap, di dalam botol, jumlah jantan dan betina, serangga lain yang terperangkap.
Kondisi gudang penyimpanan tembakau sesuai untuk menyimpan daun tembakau dan memiliki suhu berkisar 20 – 30 ℃ dengan kelembapan berkisar 34 – 70%. Namun suhu tersebut juga merupakan suhu yang sesuai dengan L. serricorne. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkap warna kuning + cengkeh 15g (W6) dan perangkap warna kuning + ketumbar 15g (W2) sangat berpengaruh nyata dalam menarik L. serricorne, dengan masing-masing jumlah tertinggi pada 1 MSA yaitu 7,33 dan 6,00. L. serricorne yang terperangkap di dalam botol juga terdapat paling tinggi pada perlakuan W6 dan W2, dengan jumlah masing-masing yang terperangkap yaitu 6,33 dan 4,00 pada 1 MSA. Namun jumlah L. serricorne yang terperangkap mulai dari 2-4 MSA menunjukkan penurunan yang disebabkan oleh pembersihan dan pemberian rak di gudang penyimpanan. Jumlah kumbang jantan terperangkap tertinggi yaitu sebanyak 6,17 individu dan betina 3,67 individu pada perlakuan W6. Sementara pada perlakuan W2 jumlah kumbang jantan sebanyak 4,50 individu dan betina 2,50 individu. Hal ini terjadi karena kumbang jantan lebih aktif terbang untuk mencari kumbang betina yang mengeluarkan feromon. Perangkap warna berperekat dan aroma rempah juga dapat menarik serangga lain, serangga yang terperangkap berasal dari ordo Diptera, Coleoptera, dan Hymenoptera.
Kombinasi perangkap warna berperekat dan aroma rempah khususnya perangkap warna kuning dengan cengkeh dan ketumbar, berhasil untuk menarik L. serricorne. dengan jumlah jantan lebih mendominasi dari pada jumlah betina. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disarankan untuk menggunakan ekstrak cengkeh dan ketumbar sebagai atraktan, dan dapat diuji pada beberapa ketinggian perangkap.

One method of insect pest control is the use of color traps, which utilize insects’ attraction to contrasting colors. The effectiveness of these traps can be enhanced by adding bait in the form of food or attractant substances. This approach is expected to serve as an alternative to chemical fumigation that has been commonly used. Cigar-type tobacco plays an important role as a strategic commodity in Indonesia. Each year, approximately 10–15% of stored tobacco suffers losses due to insect infestations. Lasioderma serricorne F. (Coleoptera: Anobiidae) is one of the main pests of tobacco leaves during the post-harvest period. This study aims to investigate the effect of sticky color traps combined with spice aromas on L. serricorne populations. This research was conducted at the UD. Keretek Gayo Aceh warehouse in Central Aceh Regency and in the Plant Pest Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, from June to August 2024. The study employed a Completely Randomized Design (CRD) with a non-factorial arrangement, consisting of 8 treatments: W1 = red trap + 15 g coriander, W2 = yellow trap + 15 g coriander, W3 = green trap + 15 g coriander, W4 = blue trap + 15 g coriander, W5 = red trap + 15 g clove, W6 = yellow trap + 15 g clove, W7 = green trap + 15 g clove, and W8 = blue trap + 15 g clove. Each treatment was replicated three times, resulting in a total of 24 experimental units. The observed variables included warehouse conditions, the number of L. serricorne trapped outside the trap, inside the trap bottle, the number of male and female beetles, and other insect species trapped. The storage conditions in the tobacco warehouse were suitable for preserving tobacco leaves, with temperatures ranging from 20 to 30 °C and humidity levels between 34% and 70%. However, these conditions are also favorable for Lasioderma serricorne. The results of the study showed that the yellow trap combined with 15 g of clove (W6) and the yellow trap combined with 15 g of coriander (W2) had a significant effect in attracting L. serricorne, with the highest numbers recorded during the first week (MSA 1), at 7.33 and 6.00 individuals, respectively. The highest number of L. serricorne trapped inside the bottle was also found in treatments W6 and W2, with 6.33 and 4.00 individuals, respectively, during MSA 1. However, the number of L. serricorne trapped from weeks 2 to 4 (MSA 2–4) showed a decline, which was attributed to cleaning activities and the installation of storage racks in the warehouse. The highest number of trapped male beetles was 6.17 individuals and females 3.67 individuals in treatment W6. In treatment W2, 4.50 males and 2.50 females were recorded. This occurred because male beetles are more actively flying in search of females that release pheromones. Sticky color traps combined with spice aromas also attracted other insect species, particularly those from the orders Diptera, Coleoptera, and Hymenoptera. The combination of sticky color traps and spice aromas—particularly yellow traps with clove and coriander—was effective in attracting Lasioderma serricorne, with a higher number of males compared to females. Based on the results of this study, it is recommended to use clove and coriander extracts as attractants, which may also be tested at various trap heights for further optimization.

Citation



    SERVICES DESK