PENGALAMAN PETUGAS DALAM MENINGKATKAN KINERJA SURVEILANS DEMAM RNBERDARAH DENGUE DI KABUPATEN PIDIE: STUDI KUALITATIF | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGALAMAN PETUGAS DALAM MENINGKATKAN KINERJA SURVEILANS DEMAM RNBERDARAH DENGUE DI KABUPATEN PIDIE: STUDI KUALITATIF


Pengarang

Ansarullah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Marthoenis - 198307292016091101 - Dosen Pembimbing I
T. Maulana - 196807211990011001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2307201010015

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Kesehatan Masyarakat (S2) / PDDIKTI : 13101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PROGRAM STUDI MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Tesis, Mei 2025
Ansarullah
Pengalaman Petugas Dalam Meningkatkan Kinerja Surveilans Demam
Berdarah Dengue Di Kabupaten Pidie: Studi Kualitatif
254 Halaman + 2 Tabel + 2 Gambar + 3 Skema + 11 Lampiran
ABSTRAK
Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis
yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Kabupaten Pidie. Meskipun
sistem pelaporan digital seperti SKDR telah digunakan, efektivitas pengendalian
sangat bergantung pada peran petugas surveilans di lapangan. Keterbatasan sumber
daya, kendala teknis, dan kurangnya dukungan lintas sektor menjadi hambatan
utama dalam pelaksanaan surveilans. Tujuan: Mengeksplorasi pengalaman
petugas surveilans DBD di Kabupaten Pidie dalam konteks pengendalian DBD,
termasuk aspek pengetahuan, pelaporan, kendala, dan harapan terhadap sistem
surveilans. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain fenomenologi,
melibatkan 11 orang informan yang dipilih secara purposive sampling. Data
dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik
Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil: Penelitian menemukan enam tema utama, yaitu pengetahuan
dan pemahaman tentang DBD, sumber data dan proses pengumpulan kasus,
penggunaan aplikasi pelaporan dan analisis data, tantangan dalam pelaksanaan
surveilans, peran lintas sektor dan dukungan pemerintah desa, dan harapan petugas
surveilans. Kesimpulan: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah
satu masalah kesehatan masyarakat signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten
Pidie. Efektivitas pengendalian DBD sangat bergantung pada peran petugas
surveilans di tingkat pelayanan primer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
pelaksanaan surveilans dipengaruhi oleh aspek pengetahuan petugas, proses
pelaporan, pemanfaatan aplikasi, hambatan operasional, keterlibatan lintas sektor,
serta harapan terhadap dukungan sistem. Memahami pengalaman petugas secara
menyeluruh menjadi dasar penting dalam merancang strategi intervensi yang
adaptif dan sesuai dengan kondisi lapangan.
Kata Kunci: Surveilans, Demam Berdarah Dengue, Epidemiologi,
Petugas Puskesmas
Daftar Pustaka: 10 buku + 48 Jurnal Ilmiah (2012 – 2025)

MASTER PROGRAM OF PUBLIC HEALTH MEDICINE FACULTY, UNIVERSITAS SYIAH KUALA Thesis, May 2025 Ansarullah Experience of Surveillance Officers in Enhancing the Performance of Dengue Hemorrhagic Fever Surveillance in Pidie Regency: A Qualitative Study 254 Pages + 2 Tables + 2 Picture + 3 Schematics + 11 Appendies ABSTRACT Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease still a public health challenge in Pidie Regency. Although digital reporting systems such as SKDR have been used, the effectiveness of control is highly dependent on the role of surveillance officers in the field. Limited resources, technical constraints, and lack of cross-sectoral support are the main obstacles to the implementation of surveillance. Objective: An exploration of the experiences of dengue surveillance personnel in Pidie Regency in the context of dengue control, focusing on their knowledge, reporting mechanisms, encountered challenges, and expectations for the surveillance system. Methods: This study employed a qualitative approach with a phenomenological design. A total of 11 informants were selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using the Miles and Huberman method, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Results: The study found six main themes, namely knowledge and understanding of dengue, Data sources and case collection processes, Use of reporting and data analysis applications, Challenges in the implementation of surveillance, Cross-sectoral role and village government support, and Expectations of surveillance officers. Conclusion: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains one of Indonesia’s most significant public health problems, including in Pidie District. The effectiveness of DHF control strongly depends on the role of surveillance officers at the primary care level. This study found that the implementation of surveillance is influenced by officers’ knowledge, reporting processes, application utilization, operational barriers, cross sectoral involvement, and expectations for systemic support. A comprehensive understanding of officers’ experiences is essential in designing adaptive intervention strategies tailored to field realities. Keywords: Surveillance, Dengue Hemorrhagic Fever, Epidemiology, Primary Health Care Officers Bibliography: 10 books + 48 research journals (2012–2025)

Citation



    SERVICES DESK