<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="156867">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN KOROSI INFRASTRUKTUR DI PANTAI BARAT ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Joli Supardi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Mesin Unsyiah</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
  Aceh merupakan wilayah persisir  dengan garis pantai 1.660 km dan luas perairan laut 295.370 km. aceh merupakan daerah rawan gempa bumi dan tsunami. Pasca tsunami 2004, terjadi rekontruksi pembanguunan insfrastruktur menggunakan baja sebagi bahan utama. Aspek kerugian pada insfrasrtuktur yang diakibatkan oleh korosi atmosferik perlu diperhatikan, mengingat belum adanya data korosivtas di pesisir pantai barat aceh, maka perlu dilakukan  pengujian tingkat korosivitas atmosferik. Tujuan penelitian adalah melakukan pemetaan korosi  insfrastruktur dilokasi pantai barat aceh.&#13;
Penelitian dilakukan di delapan lokasi yaitu peukan bada, gedung TDMRC ground zero, lampulo, lingke, suak ribee, suak pandan, suak seuke dan suak geunebang. Specimen uji yang digunakan adalah baja kontruksi yang sering digunakan untuk  bangunan insfratuktur berbentuk plat, strip, siku, segi empat dan baja tulangan. Pengujian  menggunakan metode kehilangan berat denga masa waktu esspos enam belas minggu dengan periode pengambilan  data dua minggu sekali.&#13;
Hasil penelitian menunjjukkkan bahwa nilai laju korosi atmosferik tertinggi untuk  lokasi peukan bada terjadi pada jeis bajasegi empat berkisar 4.21 mpy, lokasi gedung TDMRC Ground zero 6.27 mpy pada jenis baja tulangan ,lokasi lampulo 4.26 mpy pada baja segi empat, lokasi linke 8.99 mpy pada baja tulangan. Sedangkan untuk lookasi suak ribee laju korosi atmosferik tertinggi terjadi pada jeniisbaja tulangan mencapai 8.30 mpy, lokasi suak panadan 8.22 mpy pada jenis baja tulangan , lokasi suak seukee 8.61 mpy pada jenis baja tulangan dan lokasi suak geunebang  9.91 mpy pada jenis baja  tulangan. Untuk semua jenis baja , laju kororsi masih tergolong rendah untuk willayah pesisir pantai barat aceh. Untuk hubungan pengaruh antara kondisi klimatologi dengan laju korosi terlihat sangat fluktuatatif terhdap data klimatologi. Data klimatologi yang diambil merupakan data pada pusat stasiun BMKG di wilayah blang bintang dan pusat stasiun BMKG Meulabob. Kata kunci: korosi Atmosferik, baja kontruksi,laju korosi, tsunami aceh, klimatologi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CORROSION</topic>
 </subject>
 <classification>620.112 23</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>156867</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-04 09:58:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-04 10:23:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>