<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="156847">
 <titleInfo>
  <title>ISOLASI BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS PADA KUCING DOMESTIK (FELIS CATUS DOMESTICUS) PENDERITA EAR MITES</title>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKH</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Peradangan pada telinga akibat keberadaan ear mites disertai dengan infeksi bakteri &#13;
menjadi salah satu permasalahan yang menimbulkan morbiditas pada kucing. Kombinasi antara &#13;
tungau dan bakteri dapat menimbulkan gejala radang seperti eritema, pruritus, bahkan penurunan &#13;
daya pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri Staphylococcus aureus dan &#13;
Staphylococcus epidermidis pada kucing domestik penderita ear mites. Pengambilan sampel &#13;
dilakukan dengan metode cross sectional yang diawali dengan mengoleksi sampel swab telinga dari &#13;
20 ekor kucing penderita ear mites lalu dimasukkan ke NB sebagai media pengkayaan, selanjutnya &#13;
dilakukan penanaman dengan teknik goresan T pada media MSA untuk diamati hasilnya secara &#13;
makroskopis dan mikroskopis dari pewarnaan Gram. Langkah akhir berupa uji biokimia dilakukan &#13;
untuk memastikan jenis spesies bakteri dari genus yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
keberadaan S. aureus ditemukan pada semua sampel, sementara S. epidermidis hanya ditemukan &#13;
pada 4 sampel. Sehingga didapat persentase keberadaan bakteri S. aureus 100% dan untuk bakteri &#13;
S. epidermidis persentasenya 20%. Hal ini membuktikan bahwa keberadaan bakteri S. aureus &#13;
memiliki persentase yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri S. epidermidis. Maka dari itu, &#13;
terdapat infeksi ganda antara kedua bakteri tersebut pada 4 sampel uji. &#13;
Kata kunci: Kucing domestik, ear mites, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>156847</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-03 15:43:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-03 16:05:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>