<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="156841">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN CITRA SPOT DAN SIG UNTUK MENENTUKAN LAHAN KRITIS DI DAS KRUENG TRIPA BAGIAN HULU KABUPATEN GAYO LUES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syahrizal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK  &#13;
Klasifikasi dan  analisis bentang lahan (landscape) yang mencakup keadaan lahan kritis di suatu Daerah Ailiran Sungai (DAS) dapat diketahui dengan cepat dan  Klasifikasi  mudah serta dalam jangkauan yang luas melalui interpretasi penginderaan jauh citra satelit SPOT 5. Untuk mempermudah analisa dan penilaian data yang tersedia dapat  digunakan perangkat Sistem Informasi Geografis (SIG) Penelitian  ini  menggunakan metode deskriptif dan analisis citra. Teknik analisis yang digunakan  analisis deskriptif kualitatif dan analisis sintesis kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif dilakukan terhadap data dan informasi sebaran dan luasan lahan kritis. Sedangkan analisis sintesis kuantitatf digunakan dalam pengkelasan, scoring dan  pembobotan  tehadap kniteria lahan kritis yaitu tingkat kerapatan vegetasi, kemiringan lereng, tingkat bahaya erosi dan pengelolaan lahan Untuk mengukur  keraputan vegetasi digunakan metoda  nilai  Normaled Defference Vegetation Index (NDVD) dengan menggunakan citra satelit SPOT  5.    Hasil analisis diketahui bahwa luasan  lahan knitis di DAS Krueng Tripa bagian hulu Kabupaten Gayo Lues terdiri  dari  empat kelas yaitu, kelas sangat kritis seluas 21 161,64 ha (19,01 %), kritis seluas  44.738,63 ha (40,18 %), agak kritis seluas 44.616,1 ha (40,07%) dan potensial kritis  seluas 824,02 ha (0,74 9%) yang tersebar dalam kawasan lindung dan kawasan budidaya&#13;
  Kata kunci:  DAS Krueng Tripe bagian hulu, Citra SPOT dan SIG, Klasifikasi lahan kritis   &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LAND USE - AGRICULTURAL SURVEYS</topic>
 </subject>
 <classification>631.47</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>156841</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-03 14:58:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-03 15:28:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>