MENGAJAR LANGUAGE FUNCTIONS DENGAN MENERAPKAN COMMUNICATIVE ACTIVITIES. SUATU PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA SISWA KELAS III SMA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

MENGAJAR LANGUAGE FUNCTIONS DENGAN MENERAPKAN COMMUNICATIVE ACTIVITIES. SUATU PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA SISWA KELAS III SMA


Pengarang

Naimah Mustafa - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0509200080014

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Inggris (S2) / PDDIKTI : 88103

Penerbit

Banda Aceh : prog. studi magister pendidikan bahasa inggris.,

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Keterampilan berbicara merupakan salah satu dari empat keterampilan yang harus di ajarkan kepada siswa sekolah mencegah atas, sehingga siswa tidak mengalami kesulitan dalam menjawab soal-soal yang muncul dalam Ujian Akhir Nasional (UN). Dalam penelitian ini , peneliti hanya focus pada pengajaran language functions sebagai bagian dari pengajaran keterampilan berbicara. Language functions di terapkan dalam bentuk komunikasi lisan dan tulisan, dan apa yang dapat di lakukan seseorang dengan menggunakan bahasa. Penulis sendiri percaya bahwa keterampilan berbicara adalah sangat penting dalam proses pembelajaran Meskipun begitu percaya, ada hal-hal yang menjadikan nya sulit disebabkan keluhan siswa bahwa bahasa Inggris itu menyebabkan mereka sakit kepala. Tetapi karena beberapa alasan, guru sering menghindari mengajarkan keterampilan tersebut, hal ini di sebabkan guru sendiri tidak mempunyai keterampilan yang bagus, dan juga media yang kurang memadai. Begitu juga dengan siswa sendiri, , dimana terlihat rendahnya motivasi siswa dalam belajar, kurang nya rasa percaya diri siswa pada saat berbicara, dan kurangnya kosa kata. Pada dasarnya mereka takut membuat kesalahan,
Berlandaskan kondisi di atas, maka timbullah pertanyaan bagaimana
meningkatkan motivasi siswa dalam belajar language functions, dengan mencoba
berbagai cara untuk menstimulasikan siswa dengan menawarkan banyak kesempatan
untuk praktik berbicara, memvariasikan aktivitas dalam belajar, dan mendorong mereka tampil beda Penulis berinisiatif untuk mencari alternative penyelesaian terhadap masalah tersebut. Oleh karena itu, peiiulis berhasrat menerapkan teknik commnicative activities dalam mengajarkan ketrampilan berbicara khususnya& language functions, dimana melalui teknik ini , pada akhir proses pembelajaran diharapkan siswa dapat lebih termotivasi dan efektif dalam belajar keterampilan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang bagaimana penerapan communicative activities dalam pembelajaran berbicara di sekolah.
Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X11 pada SMA Negeri Indra puri
Aceh Besar. Adapun permasalahan yang ingin di teliti sebagai berikut: Apakah
communicative activities efektif di gunakan dalam pembelajaran language functions, apakah communicative activities dapat memotivasi siswa dalam belajar language
Fun ctions, dan apakah permasalahan yang dihadapi guru dan siswa dalam pendekatan
communicative activities. •
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif, di mana penulis bekerja sama dengan 2 orang pengamat dalam membuat perencanaan, dan penerapan. Untuk pengumpulan data peneliti menggunakan instrument sebagai berikut; lembar observasi siswa, lembar observasi guru, kuesioner, student' self
Assessment dan wawancara.. Data yang di peroleh di sajikan dan di anlisa dengan menggunakan analisa data secara kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif data di analisa dengan menggunakan rumus persentase sederhana, sedangkan kualitatif data di
Tampilkan dengan mendeskripsikan proses penerapan teknik tersebut.
Berdasarkan hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan teknik
communicative activities, merupakan suatu pendekatan yang efektif untuk di gunakan
dalam pengajaran language functions. Selama penerapan pendekatan ini terlihat
bahwa keterlibatan siswa begitu aktif dalam proses pembelajaran. Begitu juga dengan
lembar observasi guru, dari data yang di kumpulkan terlihat bahwa guru be[um
sepenuhnya melaksanakan kegiatan seperti yang di rencanakan.
Berkaitan dengan respond siswa terhadap penerapan communicative activities, dari hasil analisa data kuesioner di teruskan bahwa hampir semua aspek yang berkaitan dengan respons siswa terhadap penerapan communicative activities dalam proses pembelajaran menunjukkan bahwa tanggapan siswa sangat baik dan mereka
menyukai pembelajaran melalui teknik ini, 28 (93,3%) dari 30 siswa menyukai suasana kelas ketika aktivitas belajar berlangsung, 29 (96, 67%) siswa dapat mengikuti langkah-langkah yang diberikan guru, 28 (93, 33%) siswa menyukai cara guru mengajar, 29 (96,67%) siswa tertarik dengan topik dialog, 29 (96,67%) siswa memiliki kesan dan berminat mengikuti proses belajar mengajar berikutnya dengan
teknik yang sama, 26 (86,67%) siswa menyukai teknik yang di terapkan di dalam
kelas, 27 (90 %)siswa menyukai media yang di gunakan guru.
Sedangkan kuesioner yang berhubungan dengan student self-assessment digunakan agar siswa dapat mengevaluasi perkembangan belajar mereka sendiri. Pada akhir setiap siklus siswa dinilai kemampuannya melalui interview sebagai gambaran Seberapa baik mereka sudah dapat : bertanya dan merespons mendeskripsikan objek dan orang, mendeskripsikan kejadian yang telah lalu, dan
menanyakan serta memberikan informasi. Berdasarkan hasil interview, dimana skor perolehan rata-rata pada siklus 1 adalah 5,17 , pada siklus ke dua adalah 634 dan pada siklus ke tiga mendapat skor perolehan 7,18. Ini menunjukkan bahwa siswa mempunyai respons yang positif terhadap penerapan communicative activities.
Penulis ingin menyarankan kepada guru bahasa inggris agar mereka tidak
hanya mengajarkan reading dan grammar dalam mengajar bahasa Inggris, tetapi juga
mengajarkankan speaking.




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK