<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="156737">
 <titleInfo>
  <title>MENGAJAR LANGUAGE FUNCTIONS DENGAN MENERAPKAN COMMUNICATIVE  ACTIVITIES.  SUATU PENELITIAN TINDAKAN  KELAS PADA SISWA KELAS III  SMA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Naimah Mustafa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>prog. studi magister pendidikan bahasa inggris</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Keterampilan  berbicara merupakan salah  satu dari empat keterampilan yang harus di ajarkan kepada  siswa sekolah mencegah  atas,  sehingga   siswa tidak mengalami kesulitan dalam menjawab soal-soal yang  muncul dalam Ujian Akhir Nasional (UN). Dalam penelitian ini , peneliti hanya focus pada pengajaran language functions sebagai bagian dari pengajaran keterampilan berbicara. Language functions di terapkan dalam bentuk komunikasi lisan dan tulisan, dan apa yang dapat di lakukan seseorang dengan menggunakan bahasa. Penulis sendiri percaya bahwa keterampilan berbicara adalah sangat penting dalam  proses pembelajaran Meskipun begitu percaya, ada hal-hal yang menjadikan nya sulit disebabkan keluhan siswa bahwa bahasa Inggris itu menyebabkan mereka sakit kepala. Tetapi karena beberapa alasan, guru sering menghindari mengajarkan keterampilan tersebut, hal ini di sebabkan guru sendiri tidak  mempunyai keterampilan  yang bagus, dan juga  media yang kurang memadai.  Begitu juga dengan  siswa sendiri,  , dimana  terlihat rendahnya  motivasi siswa dalam  belajar,  kurang nya  rasa percaya  diri siswa pada saat berbicara, dan kurangnya kosa kata. Pada dasarnya mereka takut membuat kesalahan,&#13;
Berlandaskan kondisi  di   atas,   maka timbullah pertanyaan  bagaimana&#13;
meningkatkan motivasi  siswa  dalam belajar  language functions,  dengan  mencoba&#13;
berbagai cara untuk menstimulasikan siswa dengan menawarkan banyak kesempatan&#13;
untuk praktik berbicara, memvariasikan aktivitas dalam belajar,  dan  mendorong mereka  tampil  beda Penulis berinisiatif untuk  mencari alternative penyelesaian terhadap masalah  tersebut. Oleh karena  itu, peiiulis berhasrat  menerapkan  teknik commnicative  activities   dalam mengajarkan  ketrampilan  berbicara   khususnya&amp; language  functions, dimana melalui teknik ini ,  pada akhir proses pembelajaran diharapkan  siswa dapat lebih termotivasi dan efektif dalam belajar keterampilan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang bagaimana penerapan communicative activities dalam pembelajaran berbicara di sekolah.&#13;
Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X11 pada SMA Negeri Indra puri&#13;
Aceh Besar.  Adapun permasalahan yang ingin di teliti sebagai  berikut:  Apakah&#13;
communicative activities efektif di gunakan dalam pembelajaran language functions, apakah  communicative  activities dapat  memotivasi   siswa  dalam belajar language&#13;
Fun ctions, dan apakah permasalahan yang dihadapi guru dan siswa dalam pendekatan&#13;
communicative activities.                 •&#13;
Penelitian ini adalah penelitian  tindakan kelas yang bersifat kolaboratif, di mana penulis bekerja sama dengan 2 orang pengamat dalam membuat perencanaan, dan penerapan. Untuk pengumpulan data peneliti menggunakan instrument sebagai berikut; lembar  observasi siswa,   lembar observasi guru,  kuesioner, student'  self&#13;
Assessment dan wawancara..  Data yang di peroleh di sajikan dan di anlisa dengan menggunakan analisa data secara kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif data di analisa dengan menggunakan rumus persentase sederhana,  sedangkan  kualitatif data  di&#13;
Tampilkan dengan mendeskripsikan proses penerapan teknik tersebut.&#13;
Berdasarkan    hasil    temuan    dari   penelitian    ini    menunjukkan    teknik&#13;
communicative activities, merupakan suatu pendekatan yang efektif untuk di gunakan&#13;
dalam pengajaran  language  functions.  Selama  penerapan  pendekatan  ini  terlihat&#13;
bahwa keterlibatan siswa begitu aktif dalam proses pembelajaran. Begitu juga dengan&#13;
lembar  observasi  guru,  dari  data yang di  kumpulkan terlihat  bahwa guru  be[um&#13;
sepenuhnya melaksanakan kegiatan seperti yang di rencanakan.&#13;
Berkaitan dengan respond siswa terhadap penerapan communicative activities, dari hasil analisa  data  kuesioner di teruskan bahwa  hampir semua  aspek yang berkaitan dengan respons siswa terhadap penerapan communicative  activities dalam proses pembelajaran menunjukkan bahwa tanggapan siswa sangat baik dan mereka&#13;
menyukai   pembelajaran  melalui teknik ini,  28  (93,3%)  dari 30 siswa  menyukai suasana kelas  ketika  aktivitas belajar  berlangsung, 29  (96,  67%)  siswa  dapat mengikuti langkah-langkah  yang diberikan guru, 28 (93, 33%) siswa menyukai cara guru mengajar, 29 (96,67%)  siswa tertarik dengan topik dialog, 29 (96,67%)  siswa memiliki kesan dan berminat mengikuti proses belajar mengajar berikutnya dengan&#13;
teknik yang sama, 26 (86,67%) siswa menyukai teknik  yang di terapkan di dalam&#13;
kelas, 27 (90 %)siswa menyukai media yang di gunakan guru.&#13;
Sedangkan  kuesioner   yang   berhubungan  dengan   student self-assessment digunakan agar  siswa dapat  mengevaluasi  perkembangan belajar mereka sendiri. Pada akhir  setiap siklus  siswa dinilai  kemampuannya  melalui interview  sebagai gambaran    Seberapa  baik   mereka sudah dapat   :    bertanya dan   merespons mendeskripsikan objek  dan orang,  mendeskripsikan kejadian yang telah lalu, dan&#13;
menanyakan serta memberikan informasi. Berdasarkan hasil interview, dimana skor perolehan rata-rata pada siklus 1 adalah 5,17 , pada siklus ke dua adalah 634  dan pada siklus ke tiga mendapat skor perolehan 7,18. Ini menunjukkan  bahwa siswa mempunyai respons yang positif terhadap penerapan communicative activities.&#13;
Penulis ingin menyarankan kepada guru bahasa inggris agar mereka tidak&#13;
hanya mengajarkan reading dan grammar dalam mengajar bahasa Inggris, tetapi juga&#13;
mengajarkankan  speaking.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TEACHING METHODS</topic>
 </subject>
 <classification>371.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>156737</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-06-02 11:47:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-04 11:48:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>