<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="156687">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI PERAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM BANDA ACEH DALAM PENDAMPINGAN HUKUM PEREMPUAN KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT SARAH AGUSTINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia terus meningkat, namun banyak korban yang tidak melaporkan karena takut atau terhambat berbagai faktor, seperti kurangnya pengetahuan hukum, masalah ekonomi dan lingkungan yang tidak mendukung. Padahal, pendampingan hukum terhadap korban kekerasan seksual sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) serta Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum bagi masyarakat miskin atau rentan.&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh dalam mendampingi korban kekerasan seksual, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta faktor pendukung. &#13;
&#13;
Metode yang digunakan adalah yuridis empiris yang mengamati bagaimana norma hukum diterapkan dalam Masyarakat, data penelitian yang digunakan diperoleh dari data primer berupa hasil wawancara dengan responden dan informan, serta data sekunder berupa literatur kepustakaan, mencakup peraturan perundang-undangan, buku teks, dan teori.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa LBH Banda Aceh telah memberikan pendampingan hukum yang cukup optimal dengan pendekatan berbasis hak dan psikologis korban. Dukungan dari berbagai lembaga seperti Baitul Mal, LPSK, Komnas Perempuan, Flower Aceh, LBH Apik, dan UPTD PPA juga mengoptimalkan pendampingan. Namun, kendala seperti trauma korban, kurangnya perspektif gender aparat, birokrasi, biaya visum yang masih dibebankan pada korban, serta keterbatasan advokat di LBH Banda Aceh tetap menjadi tantangan. &#13;
&#13;
Agar pendampingan lebih efektif, disarankan aparat yang menangani kasus kekerasan seksual, agar diberi pelatihan lebih untuk meningkatkan sensitifitas gender, serta ada kebijakan biaya visum gratis yang dapat langsung diakses di rumah sakit.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WOMEN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LEGAL AID - LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>VIOLENT CRIMES</topic>
 </subject>
 <classification>347.017</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>156687</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-05-29 17:45:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-02 10:30:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>